Gagal ke Paskibraka Nasional, Cathlyn – Meivylicha Justru Panen Dukungan dan Dapat Bantuan Beasiswa

IMG 8256

Screenshot

Makassar, Netral.co.id — Di tengah polemik yang mengiringi proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2026, dua pelajar asal Sulawesi Selatan, Cathlyn Yvaine Lesmana dan Meivylicha Putri Aurelia Kamal, mendapat kabar menggembirakan. Keduanya memperoleh kesempatan mengikuti program beasiswa pendidikan yang difasilitasi Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).

Penyerahan dukungan pendidikan tersebut dilakukan dalam sebuah kegiatan yang digelar di Makassar, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini disebut sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan semangat kepada dua siswi yang dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang di bidang akademik.

Ketua INTI Sulawesi Selatan, Albertus Yap, mengatakan pemberian beasiswa berangkat dari rasa kepedulian terhadap Cathlyn dan Meivylicha yang menjadi perhatian masyarakat setelah kisah mereka ramai diperbincangkan di media sosial.

“Kami melihat mereka sebagai bibit unggul yang perlu mendapatkan dukungan agar tetap semangat meraih masa depan,” ujarnya.

Albertus menjelaskan, program beasiswa tersebut mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup selama masa studi. Sementara itu, penerima hanya perlu menyiapkan kebutuhan transportasi menuju lokasi pendidikan yang dipilih.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kedua siswi tersebut tetap harus mengikuti proses seleksi dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk memperoleh beasiswa tersebut.

Menurutnya, peluang Cathlyn dan Meivylicha untuk lolos cukup besar mengingat keduanya memiliki kualitas akademik yang baik serta kemampuan yang dinilai layak bersaing di tingkat internasional.

Sementara itu, Cathlyn Yvaine Lesmana mengaku bersyukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya melalui peningkatan kemampuan akademik maupun penguasaan bahasa asing.

Saat ini, Cathlyn mulai mempersiapkan diri dengan mempelajari bahasa Mandarin dan berbagai materi pendukung lainnya. Ia menargetkan dapat melanjutkan pendidikan di salah satu universitas terbaik di China, yakni Universitas Tsinghua atau Universitas Peking.

“Saya akan terus belajar dan mempersiapkan diri agar bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” katanya.

Hal senada disampaikan Meivylicha Putri Aurelia Kamal. Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh INTI dan Gema INTI.

Meivylicha juga memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Tsinghua atau Universitas Peking. Meski belum menentukan program studi yang akan dipilih, ia berharap kesempatan tersebut dapat membawanya meraih masa depan yang lebih baik.

Dukungan yang diterima Cathlyn dan Meivylicha menjadi babak baru dalam perjalanan mereka. Di tengah polemik yang sempat menyita perhatian publik, keduanya kini mendapatkan peluang untuk melanjutkan pendidikan menuju kampus-kampus elite dunia.

Comment