Sidrap Surplus Beras dan Telur, Bupati Syahar: Semua Gudang Penuh

IMG 6808

Screenshot

Makassar, Netral.co.id – Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, memaparkan capaian signifikan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan Kabupaten Sidrap dalam forum High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan, Kamis (7/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Pola Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, itu mengusung tema “Upaya Stabilisasi Harga Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 2026”.

Agenda tersebut dipimpin Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, didampingi Sekda Provinsi Sulsel Jufri Rahman. Hadir pula para kepala daerah se-Sulawesi Selatan, perwakilan Bank Indonesia, Bulog, BPS, hingga Satgas Pangan Polda Sulsel.

Dalam forum itu, Syaharuddin mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Sidrap mengalami lonjakan tajam. Dari sebelumnya berada di angka 4 persen pada 2024, meningkat menjadi 7,7 persen pada 2025.

“Kami sampaikan bahwa di Kabupaten Sidrap, tahun 2024 pertumbuhan ekonominya hanya 4 persen. Tahun 2025 kami tingkatkan. Untuk pertanian ada namanya IP 300, makanya naik dari 400.000 ton menjadi 679.000 ton. Nilainya dari Rp2,2 triliun naik menjadi Rp4,6 triliun gabah kering panen,” ujar Syaharuddin.

Menurutnya, peningkatan sektor pertanian menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Tingginya aktivitas ekonomi juga berdampak pada kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) masyarakat Sidrap.

Meski sempat mengalami inflasi hingga 7 persen akibat kenaikan harga emas dan pencabutan subsidi listrik, inflasi berhasil ditekan menjadi 3 persen pada April 2026 melalui berbagai langkah intervensi pasar.

Terkait ketahanan pangan, Syaharuddin memastikan stok beras di Sidrap dalam kondisi surplus. Dengan produksi setara 450 ribu ton beras per tahun dan konsumsi lokal sekitar 35 ribu ton, Sidrap memiliki cadangan besar yang siap menyuplai daerah lain di Sulawesi Selatan.

“Stok pangan yang ada di Sidrap tadi disampaikan bahwa stok tertinggi yang ada di Sulawesi Selatan ada di Sidrap. Semua gudang penuh, bahkan kami sudah bikin gudang sewa,” ungkapnya.

Selain beras, Sidrap juga disebut menjadi salah satu penentu harga telur di kawasan Indonesia Timur dengan produksi mencapai 5 juta butir per hari. Saat ini, harga telur berada di kisaran Rp42 ribu hingga Rp44 ribu per rak, turun dari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp52 ribu.

Pemerintah Kabupaten Sidrap pun terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di setiap kecamatan sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

“Strategi TPID Sidrap fokus pada pemantauan, pengawasan distribusi, dan intervensi pasar,” jelas Syaharuddin.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi meminta seluruh pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan Bulog melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah hingga tingkat kelurahan.

“Intervensi harus dilakukan secara maksimal, terutama pada komoditas seperti minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya, demi memastikan keterjangkauan harga bagi masyarakat jelang Iduladha,” kata Fatmawati.

Sekda Sulsel Jufri Rahman turut mengapresiasi langkah cepat para kepala daerah dalam melakukan intervensi pasar pasca-HLM Februari lalu. Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat demi menjaga stabilitas harga dari sektor hulu hingga hilir.

Dalam rapat itu, Bupati Sidrap didampingi Kabag Perekonomian dan SDA Haris Alimin, Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Akbar, serta Kabid Ketahanan Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan, Nurmayani.

Comment