Malang, Netral.co.id – Situasi sulit tengah menyelimuti tim kebanggaan Sulawesi Selatan, PSM Makassar, menjelang laga pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 menghadapi Arema FC. Berada dalam posisi yang belum aman dari ancaman degradasi, pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, menegaskan bahwa timnya kini berada dalam mode darurat dan menuntut fokus total dari seluruh pemain.
Dengan hanya tiga pertandingan tersisa di musim ini, setiap laga kini dianggap sebagai partai hidup-mati yang akan menentukan nasib Juku Eja di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Dalam sesi konferensi pers di Stadion Kanjuruhan, Coach Amiruddin menekankan bahwa tidak ada pihak luar yang bisa menyelamatkan posisi tim selain kerja keras para pemain itu sendiri di dalam lapangan.
“Saya tekankan kepada para pemain bahwa tidak ada yang bisa menolong selain diri kita masing-masing. Hasil dari pertandingan itu yang akan menolong kita. Jadi di tiga pertandingan ini, anggap semua layaknya babak final,” ujar Ahmad Amiruddin.
Ia menanamkan doktrin bahwa tiga laga sisa, termasuk kontra Arema FC besok sore, adalah babak final yang wajib dimenangkan. Meskipun persiapan tim diakui kurang ideal akibat badai cedera yang membuat banyak pemain pilar harus absen, Amiruddin tetap optimis dan meminta para pemain pelapis menunjukkan kualitasnya untuk membuktikan bahwa mereka layak masuk dalam starting eleven.
Kondisi pincang ini juga diamini oleh gelandang Akbar Tanjung yang mengakui bahwa masalah utama PSM musim ini bukanlah keretakan di ruang ganti, melainkan sulitnya menjaga konsistensi komposisi pemain akibat cedera yang datang silih berganti.
“Mengenai di luar dari lapangan, yang pasti pemain di locker room sebenarnya tidak ada masalah apa-apa. Yang jadi masalah adalah ketika kita latihan banyak pemain-pemain yang mengalami cedera. Jadi pemain-pemain yang dibutuhkan untuk bertanding tidak bisa memenuhi untuk di pertandingan,” ungkap Akbar Tanjung.
Meski demikian, para pemain berkomitmen untuk bekerja lebih keras dan lebih fokus dibandingkan tuan rumah demi mencuri poin penting. PSM sangat mewaspadai agresivitas lini depan Arema FC yang dinilai selalu tampil dominan dan memberikan kontribusi besar setiap kali berlaga di hadapan publik sendiri.
Ahmad Amiruddin, yang memiliki ikatan emosional kuat karena pernah membela Arema selama tiga tahun, mengaku sangat menghormati mantan klubnya tersebut namun tetap profesional untuk mengincar kemenangan bagi Makassar. Baginya, tekanan besar yang ia hadapi sebagai pelatih di tengah kondisi tim yang tidak stabil adalah sebuah tantangan yang harus dinikmati.
“Bagi saya tekanan itu hal normal di sepak bola. Saya malah menganggap ini sebagai sebuah rezeki dari Allah. Karena dengan mendapat kesempatan untuk memimpin para pemain itu menjadi berkah buat saya. Gak apa-apa masalah hasil itu tanggung jawab saya, setidaknya dari kesempatan ini saya bisa belajar bagaimana memanajemen tim,” pungkasnya.
Pertandingan yang dijadwalkan kick-off besok pukul 15.30 WIB di Stadion Kanjuruhan ini akan menjadi ujian berat sekaligus penentu apakah semangat juang Juku Eja masih cukup kuat untuk mempertahankan eksistensi mereka di Super League musim depan.

Comment