Jakarta, Netral.co.id – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, mengingatkan bahwa ancaman krisis pangan global kian nyata di tengah dinamika geopolitik dan perubahan iklim.
Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO), sekitar 724 juta penduduk dunia saat ini mengalami kelaparan. Situasi tersebut diperburuk oleh konflik di Timur Tengah yang berpotensi menambah jutaan orang dalam kondisi rawan pangan.
Amran menilai sektor pertanian kini menjadi perhatian serius, termasuk oleh kalangan pelaku usaha besar yang mulai meningkatkan investasi pada lahan dan teknologi pangan. Tren ini, menurut dia, mencerminkan meningkatnya urgensi sektor pertanian dalam beberapa tahun ke depan.
Di dalam negeri, Indonesia juga menghadapi tantangan tambahan berupa potensi kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino. Berdasarkan proyeksi BMKG, musim kemarau 2026 diperkirakan mulai April dari wilayah Nusa Tenggara Timur dan mencapai puncaknya pada Agustus.
Meski demikian, pemerintah menyatakan kondisi cadangan pangan nasional masih dalam batas aman. Amran menyebut stok beras nasional mencapai sekitar 4,6 juta ton per April 2026, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam 10 hingga 11 bulan ke depan.
“Dengan kondisi tersebut, kita optimistis kebutuhan pangan nasional tetap terpenuhi, meskipun ada gangguan rantai pasok global,” ujarnya.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menghadapi musim kemarau, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga penguatan sistem peringatan dini. Optimalisasi irigasi, penggunaan varietas tahan kekeringan, serta percepatan masa tanam menjadi bagian dari strategi tersebut.
Selain itu, Kementerian Pertanian telah menyiapkan berbagai alat dan mesin pertanian, termasuk pompa air dan infrastruktur irigasi, guna mendukung produksi di tengah potensi penurunan curah hujan.
Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan, menjaga stabilitas pasokan, serta merespons dinamika global yang terus berkembang.
Di tengah tekanan krisis global dan tantangan iklim, ketahanan pangan dinilai menjadi salah satu isu strategis yang akan menentukan stabilitas ekonomi dan sosial dalam beberapa waktu ke depan.

Comment