Makassar, Netral.co.id – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) serukan kesehatan hati kesehatan ekonomi di Muktamar V Wahdah Islamiyah di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC), Ahad 2
Mengusung tema “Merajut Harmoni Menguatkan Negeri untuk Indonesia Berkah”, kegiatan tersebut dihadiri sekitar 10.000 muslimah dari berbagai daerah di Indonesia.
Kehadiran ribuan peserta menjadi bukti semangat bersama dalam memperkuat peran perempuan sebagai pilar keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Mengawali sambutannya, Appi mencairkan suasana dengan berbagi pengalaman bahwa dirinya masih sempat berlari sejauh 10 kilometer pada pagi hari sebelum menghadiri acara sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.
“Ada tiga sehat yang tadi disampaikan. Saya hari ini mencoba kembali untuk memenuhi sehat jasmani saya. Pagi ini saya masih lari 10 kilometer. Hasilnya, kaki sudah mulai agak pincang,” ujar Wali Kota Appi disambut tepuk tangan dan tawa peserta.
Wali Kota Appi mengapresiasi penyelenggaraan Salam Indonesia sebagai bagian dari rangkaian menuju Muktamar V Wahdah Islamiyah.
Menurutnya, berbagai program yang dijalankan Wahdah Islamiyah telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui dakwah, pendidikan, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan umat.
“Kegiatan ini adalah bagian yang tidak terpisahkan menuju Muktamar ke-5 dan InsyaAllah akan memberikan banyak manfaat, bukan hanya bagi Wahdah Islamiyah, tetapi juga bagi masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan pembangunan Kota Makassar tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan kota yang maju, aman, harmonis, dan sejahtera.
Mengaitkan tema “Salam Sehat Indonesia: Sehat Hati, Sehat Jasmani, dan Sehat Ekonomi”, Wali Kota Appi mengatakan kehadirannya dalam kegiatan tersebut juga merupakan ikhtiar untuk memperoleh sehat hati melalui silaturahmi serta semangat saling menebarkan kebaikan.
“Saya hadir untuk mendapatkan sehat hati, karena kita mau membangun silaturahmi dan saling berbuat kebaikan di dalamnya,” tuturnya.
Ia menjelaskan kesehatan ekonomi tidak semata diukur dari besarnya aset yang dimiliki, melainkan dari kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan hidup secara berkelanjutan.
“Sehat ekonomi tidak ditandai dengan berapa besarnya aset, tetapi ditandai dengan cukupnya pendapatan untuk memenuhi pengeluaran setiap bulannya,” jelasnya.
Menurut Appi, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat sekaligus melahirkan generasi yang unggul dan berakhlak.
“Kalau keluarga sehat, InsyaAllah semua akan sehat. Kalau keluarga sehat, ekonominya akan sehat. Kalau ekonomi sehat, jasmani akan sehat. Kalau jasmani sehat, hati juga akan sehat,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen memperkuat ketahanan keluarga, Pemerintah Kota Makassar pada tahun ini memberikan jaminan sosial kepada sekitar 81 ribu warga, yang meliputi pekerja rentan, pekerja keagamaan, dan penyandang disabilitas.
Pemerintah Kota juga terus memperluas akses permodalan serta bantuan peralatan usaha bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Pada kesempatan yang sama, Muslimah Wahdah turut meluncurkan Gerakan Pangan Murah sebagai salah satu program nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Melalui program tersebut, disalurkan lebih dari 1.000 paket pangan murah kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi sekaligus membantu keluarga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Gerakan ini menjadi salah satu wujud kontribusi Muslimah Wahdah dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan ketahanan keluarga sebagai fondasi Indonesia yang lebih sejahtera.
Menutup sambutannya, Appi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat keluarga sebagai pondasi lahirnya generasi unggul yang berakhlak mulia.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus bersinergi dengan Wahdah Islamiyah dalam mewujudkan Kota Makassar yang maju, harmonis, dan penuh keberkahan.

Comment