Makassar, Netral.co.id – Fenomena kabut asap yang menyelimuti Kota Makassar menjadi perhatian Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya. Organisasi mahasiswa tersebut menilai kondisi ini tidak boleh dipandang semata sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut perlindungan kesehatan masyarakat.
Ketua Bidang Kesehatan Masyarakat dan Gizi HMI Cabang Gowa Raya, Wahyudin Wahab menegaskan, pemerintah perlu mengambil langkah antisipatif untuk memastikan kualitas udara terpantau dan masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi pencemaran.
Menurutnya, kualitas udara yang buruk berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan riwayat penyakit pernapasan.
“Kabut asap bukan hanya persoalan jarak pandang dan kenyamanan beraktivitas, tetapi juga menyangkut hak dasar masyarakat untuk memperoleh lingkungan yang sehat. Pemerintah harus hadir melalui langkah konkret, mulai dari pemantauan kualitas udara secara berkala, keterbukaan informasi kepada publik, hingga upaya perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak,” demikian pernyataan Ketua Bidang Kesehatan Masyarakat dan Gizi HMI Cabang Gowa Raya, Rabu (14/10/2026).
Ia juga menyoroti risiko paparan partikel halus PM2.5 yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan memperburuk kondisi kesehatan tertentu. Karena itu, langkah pencegahan dinilai perlu diprioritaskan ketika kualitas udara memburuk.
HMI Cabang Gowa Raya mendorong pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya antara dinas kesehatan, dinas lingkungan hidup, dan instansi terkait lainnya. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memantau kualitas udara, menelusuri sumber kabut asap, serta menentukan langkah penanganan berdasarkan data dan kondisi di lapangan.
Desak Transparansi Data Kualitas Udara
Selain pemantauan, keterbukaan informasi menjadi salah satu tuntutan yang disoroti HMI Cabang Gowa Raya. Pemerintah diharapkan menyampaikan hasil pengukuran kualitas udara secara berkala agar masyarakat dapat memahami tingkat risiko dan menyesuaikan aktivitasnya.
Edukasi publik juga dinilai penting untuk mengurangi dampak paparan asap. Masyarakat perlu mendapatkan informasi mengenai pembatasan aktivitas luar ruangan saat kualitas udara memburuk serta penggunaan respirator yang sesuai, seperti N95 atau KN95, apabila diperlukan.
Di sektor pelayanan kesehatan, pemerintah didorong meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam mengantisipasi kemungkinan bertambahnya masyarakat yang mengalami keluhan akibat paparan pencemaran udara.
HMI Cabang Gowa Raya menilai penanganan kabut asap tidak semestinya berhenti pada pembagian masker dan penyampaian imbauan. Penelusuran sumber pencemaran perlu dilakukan secara objektif agar kebijakan yang diambil dapat menyasar akar persoalan.
Pencegahan Harus Jadi Prioritas
Sebagai bagian dari elemen mahasiswa, HMI Cabang Gowa Raya mendorong pemerintah memperkuat upaya pencegahan dan mitigasi, bukan hanya merespons setelah dampak kesehatan muncul di tengah masyarakat.
Organisasi tersebut menekankan bahwa penanganan kabut asap membutuhkan komitmen pemerintah, koordinasi lintas sektor, keterbukaan data, serta partisipasi masyarakat.
HMI Cabang Gowa Raya berharap persoalan kualitas udara di Makassar ditangani secara serius, terukur, dan berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan perlindungan kesehatan masyarakat berjalan seiring dengan penanganan persoalan lingkungan.
Namun, penilaian mengenai tingkat pencemaran dan sumber kabut asap tetap perlu didasarkan pada hasil pemantauan kualitas udara serta pemeriksaan lapangan oleh instansi berwenang.

Comment