Makassar, Netral.co.id – Bank Indonesia bersinergi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan Gerai SiPeKainge’ untuk memperkuat literasi keuangan dan pelindungan konsumen di era digital.
Penyerahan gerai tersebut dirangkaikan dengan kick-off Pekan Pelindungan Konsumen Sulawesi Selatan 2026 di Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (26/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Bayu Martanto; Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi., Psikolog; serta One Yusril Fikar, Analis Eksekutif Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen Bank Indonesia Kantor Pusat. Hadir pula Apoteker Anshar Saud, S.Si., M.Farm., Sekretaris Perpustakaan Universitas Hasanuddin, dan Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah SMA Islam Athirah Makassar.
Dalam sambutannya, Bayu Martanto menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko transaksi keuangan digital.
Penggunaan mobile banking, dompet elektronik, dan QRIS memberikan kemudahan bertransaksi, tetapi juga membawa risiko, mulai dari penipuan, pencurian data pribadi, tautan palsu, hingga praktik social engineering.
Bayu juga menyoroti hasil awal Survei Nasional Pelindungan Konsumen Bank Indonesia Sulawesi Selatan Tahun 2025 yang menunjukkan bahwa Indeks Keberdayaan Konsumen Sistem Pembayaran di Sulawesi Selatan masih berada dalam kategori kritis.
Kondisi ini menegaskan perlunya edukasi berkelanjutan agar masyarakat memahami risiko transaksi digital, menjaga keamanan data pribadi, serta mengetahui hak dan kewajibannya sebagai konsumen.
Gerai SiPeKainge’ menjadi salah satu upaya Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperluas edukasi tersebut. Nama SiPeKainge’ berasal dari bahasa Bugis yang berarti “saling mengingatkan”. Filosofi ini mengajak masyarakat untuk saling menjaga dan mengingatkan agar terhindar dari kejahatan keuangan digital.
Selain di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, gerai serupa juga ditempatkan di Perpustakaan Universitas Hasanuddin dan SMA Islam Athirah Makassar.
Penempatan di tiga lokasi tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat umum, mahasiswa, dan pelajar melalui sarana edukasi yang mudah diakses.
Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Muhammad Jufri, mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dalam memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar masyarakat.
Sebelumnya, Lontara BI Corner di Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan telah direvitalisasi pada 2024. Kehadiran Gerai SiPeKainge’ pada 2026 menambah fasilitas edukasi bagi pengunjung, khususnya untuk memperluas pengetahuan tentang literasi keuangan dan pelindungan konsumen.
Ketua Pelaksana PIC BI Corner, Hj. Feby Primajanti Thamrin, menjelaskan bahwa rombongan pelajar yang berkunjung ke perpustakaan diperkenalkan pada Lontara BI Corner dan Gerai SiPeKainge’.
Pengenalan ini bertujuan menumbuhkan pemahaman tentang pentingnya literasi keuangan dan pelindungan konsumen sejak dini.
Pengunjung juga diajak memberikan testimoni mengenai pengalaman mereka dalam memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai bahan dokumentasi dan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.
Penyerahan gerai tersebut sekaligus menandai dimulainya Pekan Pelindungan Konsumen Sulawesi Selatan 2026 yang berlangsung pada 24 Oktober hingga 1 November 2026. Rangkaian kegiatan ini menyasar pelajar, mahasiswa, perempuan, komunitas, keluarga, hingga kelompok lanjut usia.
Edukasi yang diberikan mencakup pentingnya menjaga data pribadi, mengenali modus penipuan, menerapkan kebiasaan aman di ruang digital (cyber hygiene), serta bertransaksi secara aman dan bertanggung jawab.
Melalui Gerai SiPeKainge’ dan rangkaian Pekan Pelindungan Konsumen, Bank Indonesia mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, industri jasa keuangan, media, komunitas, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan serta membangun konsumen yang lebih cerdas dan berdaya dalam memanfaatkan layanan keuangan digital.

Comment