Makassar, Netral.co.id — Partai NasDem Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) 2029. Tak sekadar mempertahankan capaian saat ini, NasDem Sulsel memasang target tinggi dengan membidik penambahan kursi di DPRD Sulsel dan DPR RI.
Ketua DPD NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif mengungkapkan, partainya menargetkan perolehan 24 kursi DPRD Provinsi Sulsel pada Pileg 2029. Target tersebut meningkat signifikan dari 17 kursi yang dimiliki NasDem saat ini.
Sementara untuk DPR RI, NasDem Sulsel menargetkan sedikitnya tujuh kursi. Angka tersebut naik dari lima kursi yang diperoleh NasDem pada periode saat ini.
“Ini bagian dari persiapan Pileg. Sekarang kursi NasDem (provinsi) 17, kita mau tambah jadi 24 kursi. Untuk DPR RI dari lima, minimal tambah jadi 7,” kata Syahar saat Konsolidasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota DPRD NasDem se-Sulsel di Hotel Claro Makassar, Minggu (30/8).
Menurut Syahar, target tersebut menjadi bagian dari persiapan awal menghadapi tahapan pencalegan yang akan dimulai pada 2027. Karena itu, konsolidasi internal mulai diperkuat untuk memastikan kesiapan seluruh kader.
“Sedikit lagi kita ada tahapan pencalegan. Ini akan dilakukan 2027,” ujarnya.
Syahar menegaskan, NasDem akan melakukan pemetaan dan evaluasi terhadap kader sebelum memasuki tahapan pencalegan. Ia menyebut data internal partai akan menjadi salah satu dasar untuk melihat kesiapan dan komitmen kader.
Ia juga memberikan peringatan tegas kepada kader yang terdeteksi bermain politik di luar garis partai, termasuk berpindah ke partai lain.
“Kalau misalnya semua data-data sudah masuk di internal, kalau ada terdeteksi pindah ke partai lain, pasti akan dipecat, bukan disanksi lagi,” tegasnya.
Syahar menilai komitmen kader menjadi faktor penting untuk mencapai target perolehan kursi pada 2029. Ia tidak ingin kader yang telah memperoleh posisi melalui NasDem justru tidak lagi berjalan bersama partai.
“Kan ketahuan nanti siapa yang main-main,” katanya.
Untuk mencapai target tersebut, Syahar meminta seluruh kader memperkuat kerja kolektif dan tidak bergerak sendiri-sendiri. Anggota DPRD provinsi maupun kabupaten/kota diminta saling melibatkan dalam kegiatan politik dan kerja-kerja kerakyatan.
“Jangan jalan sendiri-sendiri. Karena kalau kita jalan sendiri-sendiri, nanti pada saat 2029, Anda juga akan dibiarkan jalan sendiri,” ujarnya.
Syahar juga mengingatkan anggota legislatif agar tidak hanya mengandalkan program yang bersumber dari APBD. Menurutnya, kader harus memiliki inovasi dan kreativitas untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat.
“Kalau kita menjadi anggota dewan hanya mengharapkan kegiatan dari APBD tanpa inovasi dan tanpa kreativitas sebagai kader, maka pasti kita akan lewat pada pemilu berikutnya,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD NasDem Sulsel yang juga Ketua Panitia, Andi Rachmatika Dewi, mengatakan konsolidasi dan Bimtek tersebut diikuti 157 anggota DPRD se-Sulsel. Total peserta yang hadir mencapai sekitar 200 orang, termasuk ketua DPD dan jajaran pengurus partai.
Dari 24 kabupaten/kota ditambah satu provinsi, sebanyak 19 pimpinan DPRD turut hadir. Menurut Andi Rachmatika Dewi, kehadiran seluruh unsur partai tersebut menunjukkan soliditas NasDem Sulsel menghadapi agenda politik ke depan.
“Ini menjadi bukti bahwa Partai NasDem di Sulawesi Selatan tetap berada dalam satu barisan dan tetap kompak,” ujarnya.
Bimtek menghadirkan pemateri dari Kementerian Dalam Negeri dan internal Partai NasDem. Selain membahas perkembangan sistem politik dan pemilu, forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan pemerintah daerah.
Dengan target 24 kursi DPRD Provinsi Sulsel dan tujuh kursi DPR RI, NasDem Sulsel kini mulai memanaskan mesin politik lebih awal. Konsolidasi kader dan pemetaan internal menjadi bagian dari strategi partai menghadapi Pileg 2029.

Comment