Makassar, Netral.co.id – Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kembali mencatatkan capaian dalam penjaminan mutu pendidikan vokasi. Lima program studi di lingkungan PNUP memperoleh status akreditasi baru dari lembaga akreditasi nasional.
Dari lima program studi tersebut, empat meraih predikat Unggul, sedangkan satu program studi baru memperoleh status Terakreditasi dalam proses akreditasi perdananya.
Program Studi D4 Teknik Listrik dan D3 Teknik Listrik masing-masing meraih predikat Unggul dengan masa berlaku lima tahun. Sementara itu, D3 Alat Berat dan D4 Teknik Pembangkit Energi juga memperoleh predikat Unggul dengan masa berlaku tiga tahun.
Adapun D4 Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika (TRSE), yang merupakan program studi baru, dinyatakan Terakreditasi dalam akreditasi perdananya.
Capaian tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya PNUP menjaga sekaligus meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan secara berkelanjutan. Status akreditasi tersebut juga diharapkan memperkuat posisi program studi di hadapan calon mahasiswa, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta berbagai mitra kerja sama.
Direktur PNUP Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses akreditasi.
Menurut Rusdi, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di masing-masing program studi.
“Ini adalah hasil kerja keras dan komitmen bersama seluruh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa di lima program studi ini. Capaian akreditasi Unggul dan Terakreditasi bukan hanya soal predikat, tetapi bukti nyata bahwa proses belajar-mengajar dan pengelolaan program studi kita sudah berada di jalur yang benar,” ujar Rusdi Nur.
Ia berharap capaian tersebut dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan. Rusdi juga mendorong program studi lain di lingkungan PNUP untuk mengikuti capaian serupa.
Sementara itu, Kepala Pusat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (PPMPP) PNUP, Dr. Ismail Anas, S.Pd., M.Pd., mengatakan proses akreditasi membutuhkan persiapan yang cukup panjang.
Tahapannya mencakup penyusunan dokumen akreditasi, penguatan sistem penjaminan mutu internal, hingga pelaksanaan visitasi oleh asesor.
“Proses menuju akreditasi ini tidak singkat, mulai dari penyusunan borang, penguatan sistem penjaminan mutu internal, hingga visitasi asesor. Kami bersyukur seluruh tahapan tersebut membuahkan hasil yang baik,” kata Ismail.
Ia menambahkan, PPMPP akan terus memberikan pendampingan kepada program studi lain agar mampu mencapai maupun mempertahankan status akreditasi terbaik.
Menurut Ismail, capaian akreditasi tersebut juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh mahasiswa.
Dari sisi mahasiswa dan lulusan, predikat Unggul dan status Terakreditasi menjadi salah satu indikator mutu program studi yang dapat memperkuat daya saing lulusan di dunia kerja. Status tersebut juga dapat mendukung akses terhadap sejumlah program beasiswa, studi lanjut, maupun pertukaran mahasiswa yang memiliki persyaratan akreditasi tertentu.
Bagi program studi, masa berlaku akreditasi yang lebih panjang memberikan ruang untuk berkonsentrasi pada pengembangan kurikulum, penelitian, serta penguatan kerja sama dengan industri tanpa harus dalam waktu dekat kembali mempersiapkan proses reakreditasi.
Sementara bagi PNUP secara institusional, capaian tersebut diharapkan turut memperkuat reputasi perguruan tinggi, meningkatkan peluang kemitraan dengan dunia usaha dan industri maupun perguruan tinggi lain, serta mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU).
PNUP menyatakan akan terus mendorong seluruh program studi untuk menjaga konsistensi mutu pendidikan. Targetnya, capaian akreditasi Unggul dapat diraih dan dipertahankan secara lebih merata di seluruh program studi di lingkungan PNUP.

Comment