Soppeng, Netral.co.id – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi mendorong penguatan data dan intervensi penanganan stunting di Kabupaten Soppeng. Hal itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Soppeng, Senin, 10 Agustus 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Fatmawati meninjau langsung pelayanan di UPTD Puskesmas Sewo sekaligus mendorong penguatan koordinasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting.
Penguatan tersebut mencakup pemutakhiran data, pengukuran pertumbuhan anak, intervensi gizi, penguatan pelayanan kesehatan primer, serta keterlibatan kader Posyandu dan keluarga.
Fatmawati yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menekankan pentingnya data yang akurat sebagai dasar pemerintah menentukan intervensi sesuai kondisi dan kebutuhan anak.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Soppeng melakukan pengukuran ulang apabila terdapat kendala pada alat antropometri yang digunakan di puskesmas.
“Kalau alat antropometrinya kurang atau ada kendala di masing-masing Puskesmas, tolong segera dilaporkan. Nanti kita bantu alatnya. Saya mau melihat bahwa data yang akurat,” kata Fatmawati.
Berdasarkan data SSGI 2024 yang dirilis pada 2025, angka stunting Kabupaten Soppeng tercatat 26,6 persen. Data tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya memperkuat intervensi penurunan stunting di daerah.
Sementara berdasarkan laporan UPTD Puskesmas Sewo, terdapat 110 balita stunting atau 15,7 persen serta 32 balita wasting atau 4,5 persen di wilayah kerja puskesmas tersebut.
Fatmawati mengatakan, penanganan stunting membutuhkan intervensi yang dilakukan secara terpadu. Tidak hanya melalui sektor kesehatan, tetapi juga dengan memperkuat dukungan keluarga, lingkungan, pendidikan, pangan, serta program lintas sektor.
“Ini harus menjadi PR kita bersama karena kita harusnya di bawah rata-rata nasional, di bawah 21 persen,” ujarnya.
Ia juga mendorong kader Posyandu untuk terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab, pencegahan, dan penanganan stunting.
Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai stunting perlu terus diperkuat dengan pelaksanaan program dan pemantauan yang konsisten sehingga setiap intervensi dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Pada kesempatan tersebut, Fatmawati juga menyerahkan bantuan paket penanganan stunting berupa susu yang disesuaikan dengan usia dan kondisi anak.
Ia meminta tenaga kesehatan memberikan perhatian kepada anak yang mengalami wasting maupun kondisi lain yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Fatmawati menekankan agar pemberian bantuan pangan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan, pengukuran, dan kondisi masing-masing anak serta mengikuti rekomendasi tenaga kesehatan.
“Kalau sampai bulan depan setelah kita melakukan pengukuran ulang anak kita masih masuk stunting dan wasting, itu harus ada intervensi selama tiga bulan, baik pemberian makanan tambahan ataupun intervensi lainnya,” jelasnya.
Fatmawati juga mendorong Pemerintah Kabupaten Soppeng memperkuat dukungan program pencegahan dan penanganan stunting dalam APBD 2027.
Selain intervensi sensitif, ia mendorong agar berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi dapat mendukung kelompok sasaran sesuai kebijakan yang berlaku, termasuk anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Yang lebih utama adalah peran orang tua untuk bagaimana bersama-sama kita melakukan perbaikan gizi dan kondisi kesehatan anak-anak kita,” katanya.
Wakil Bupati Soppeng Selle K.S. Dalle menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus mendengarkan kebutuhan di lapangan.
Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Soppeng telah menjalankan berbagai program untuk mendukung penurunan stunting, termasuk inovasi berbasis potensi lokal melalui program Buras atau Bujukan Rujukan Atasi Stunting.
Program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi kader Posyandu, Puskesmas, dan pemerintah di tingkat kecamatan dengan menyesuaikan potensi serta kebutuhan masyarakat setempat.
Selle berharap sinergi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Soppeng terus diperkuat, tidak hanya dalam penanganan stunting, tetapi juga pada sektor UMKM dan pertanian.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Sewo, drg. Nurhayati, melaporkan sejumlah intervensi yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Soppeng.
Intervensi tersebut antara lain pembentukan Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting, pemeriksaan kesehatan remaja putri dan calon pengantin, pemeriksaan kehamilan, pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang anak, serta penguatan kapasitas kader kesehatan.
Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Fatmawati juga meninjau pelatihan sekaligus menyerahkan bantuan 20 mesin jahit dan 20 mesin obras kepada masyarakat di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Soppeng.
Bantuan tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan membuka peluang ekonomi bagi perempuan sehingga diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi keluarga.
Fatmawati meminta penerima bantuan memanfaatkan mesin tersebut secara optimal dan tidak menjual atau memindahtangankannya.
“Tujuannya bisa membangun kemandirian masyarakat kita, khususnya pemberdayaan perempuan. Jangan sampai disalahgunakan ataupun dipindahtangankan, apalagi diperjualbelikan,” tegasnya.
Ia mengatakan, pemerintah akan melihat perkembangan pemanfaatan bantuan tersebut. Jika bantuan digunakan secara optimal dan memberikan dampak ekonomi bagi keluarga, dukungan dapat dipertimbangkan untuk ditingkatkan pada tahun berikutnya.
“Ketika tahun depan kita turun dan ternyata mesinnya benar-benar digunakan bahkan bisa bernilai tambah, membantu ekonomi keluarga, kita tambahkan lagi,” ujarnya.
Selain bantuan mesin jahit dan mesin obras serta bantuan untuk penanganan stunting, dalam kunjungan kerja tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan bibit tanaman, antara lain cabai, rambutan, dan alpukat, serta bantuan mesin pompa kepada lima kelompok tani di Dusun Bakke, Desa Ganra, Kecamatan Ganra.

Comment