Poster Prof NA for DPD 2029 Tuai Dukungan Warganet di Media Sosial

Poster bertajuk Kerja Nyata Prof. Nurdin Abdullah dengan logo NA for DPD 2029

Poster bertajuk Kerja Nyata Prof. Nurdin Abdullah dengan logo NA for DPD 2029. (Foto Dok Ist).

Makassar, Netral.co.id – Poster bertajuk “Kerja Nyata Prof. NA” dengan logo “NA for DPD 2029” mulai beredar di media sosial dan mendapat beragam respons dari warganet.

Dalam poster tersebut, Prof. Nurdin Abdullah (NA) mengusung sejumlah pesan, antara lain “Untuk Rakyat Bersama Rakyat”, “Membangun Daerah, Menguatkan Bangsa”, serta “Amanah, Integritas, Solusi Nyata”.

Unggahan tersebut juga menampilkan slogan “Peduli Rakyat, Kerja Nyata, Hasil untuk Semua” disertai kutipan, “Bekerja dengan hati, mengabdi tanpa henti, untuk Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.”

Berdasarkan pantauan pada kolom komentar unggahan yang beredar, sejumlah pengguna media sosial menyampaikan dukungan agar Prof. NA maju pada pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2029.

Respon Marganet

Beberapa akun menuliskan komentar seperti “Insyaallah siap mendukung,” “Kami sekeluarga akan mendukung,” hingga “Lanjutkan kembali jadi calon gubernur, saya mendukung.”

Ada pula warganet yang menyebut Prof. NA sebagai sosok yang dinilai layak kembali mengemban amanah di tingkat nasional maupun daerah.

Selain komentar dukungan, beberapa pengguna media sosial juga mendoakan agar Prof. NA senantiasa diberi kesehatan dan tetap aktif berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

Dari tangkapan layar yang beredar, unggahan tersebut memperoleh ratusan tanda suka dan telah dibagikan belasan kali oleh pengguna media sosial.

Meski demikian, respons yang muncul di kolom komentar merupakan pendapat masing-masing pengguna media sosial dan tidak dapat dimaknai sebagai representasi keseluruhan pandangan masyarakat.

warga Net

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat pernyataan resmi dari Prof. NA mengenai rencana pencalonannya sebagai anggota DPD RI pada Pemilu 2029.

Poster yang beredar lebih banyak memuat pesan mengenai komitmen pengabdian dan pembangunan daerah, sementara berbagai komentar dukungan muncul secara organik dari sejumlah akun yang berinteraksi pada unggahan tersebut.

Pengamat komunikasi politik menilai media sosial kini menjadi salah satu ruang penting untuk mengukur respons awal publik terhadap figur publik.

Namun, tingkat interaksi di media sosial tetap perlu dibedakan dari dukungan politik yang sesungguhnya, yang baru dapat diukur melalui survei yang memenuhi kaidah metodologi atau hasil pemilihan umum.

Dengan demikian, munculnya berbagai komentar positif terhadap poster “NA for DPD 2029” dapat dipandang sebagai salah satu indikator adanya perhatian publik di media sosial.

Meski belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan tingkat elektabilitas atau dukungan masyarakat secara luas.

Comment