Tak Kenal Hari Libur, Kelurahan Tamamaung Bersihkan Drainase dan Kanal

003ea2f1 203e 4da0 bdcb be4762a2501f

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, terus memperkuat upaya menjaga kebersihan lingkungan melalui keterlibatan aktif jajaran kecamatan dan kelurahan.

Tidak hanya dilakukan pada hari kerja, kegiatan pemeliharaan lingkungan juga tetap digencarkan pada hari libur sebagai langkah antisipatif menghadapi berbagai potensi persoalan lingkungan.

Salah satu kegiatan tersebut dilakukan jajaran Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Minggu (9/8/2026).

“Kami selaku pemerintah kelurahan akan selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada warga, khususnya membersihan lingkungan seperti kanal dan juga selokan drainase,” kata Lurah Tamamaung, Syarifuddin.

Petugas kebersihan turun langsung melakukan pembersihan selokan dan drainase, bahkan kanal di sejumlah titik wilayah kelurahan tersebut, mulai dari sekitar Jalan Pettarani II hingga kawasan Jalan Sukaria.

Menurutnya, kegiatan menyasar saluran air yang berpotensi mengalami penyumbatan akibat tumpukan sampah maupun endapan lumpur.

“Pembersihan sampah ini, agar aliran air tetap lancar dan kapasitas drainase dapat berfungsi secara optimal,” tuturnya.

Syarifuddin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah kelurahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjalankan program Pemerintah Kota Makassar, khususnya terkait kebersihan lingkungan dan pemilahan sampah dari sumber.

Menurutnya, pelayanan pemerintah kelurahan tidak hanya sebatas pelayanan administrasi di kantor. Lanjut dia, Pemerintah kelurahan juga harus hadir secara langsung ketika masyarakat menghadapi persoalan di lingkungan tempat tinggalnya.

“Pelayanan bukan hanya administrasi di kantor, tetapi kami juga membuka ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan warga,” kata Syarifuddin.

Ia menjelaskan, persoalan seperti drainase tersumbat maupun keberadaan tumpukan sampah harus segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Karena itu, jajaran kelurahan berupaya merespons setiap laporan dan kebutuhan masyarakat sepanjang masih dalam kewenangan dan kemampuan pemerintah kelurahan untuk ditangani.

“Ketika ada drainase yang tersumbat ataupun terdapat tumpukan sampah, kami selaku pelayan masyarakat siap memberikan pelayanan terbaik sepanjang kami mampu lakukan,” jelasnya.

“Kami tidak ingin persoalan kecil dibiarkan sehingga kemudian menjadi persoalan yang lebih besar,” lanjutnya.

Selain menjaga kebersihan saluran air, Syarifuddin menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, upaya pemerintah akan berjalan maksimal apabila mendapat dukungan dan partisipasi aktif warga, selainnitu, pemilahan sampah dari sumber, kata dia, menjadi salah satu langkah penting yang perlu terus diedukasi kepada masyarakat.

Sampah yang dihasilkan rumah tangga diharapkan tidak langsung dibuang bercampur, melainkan dipilah sesuai jenisnya sehingga dapat dikelola dengan lebih baik.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Di sisi lain, Kelurahan Tamamaung juga terus membangun sinergitas dengan unsur tiga pilar, yakni pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Sinergi tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, tetapi juga melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat, terutama kalangan remaja.

Syarifuddin mengatakan, jajaran tiga pilar secara berkala melakukan sambang wilayah dan berinteraksi langsung dengan warga, termasuk menyambangi kelompok remaja.

Dalam kesempatan tersebut, para remaja diberikan edukasi agar tidak melakukan tindakan yang berpotensi melanggar hukum dan pada akhirnya merugikan diri sendiri maupun keluarga.

“Kami juga membangun sinergitas dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam menjaga lingkungan tetap aman dan terkendali,” terangnya.

“Salah satu langkah antisipasi yang kami lakukan bersama tiga pilar adalah menyambangi pemuda yang masih remaja, kemudian memberikan edukasi agar tidak melakukan tindakan atau pelanggaran hukum yang pada akhirnya akan merugikan diri mereka sendiri,” tambah Lura Tamamaung.

Diakui, pendekatan secara langsung dan humanis menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif.

Pemerintah kelurahan tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga berupaya melakukan pencegahan sejak dini.

Ia berharap, kolaborasi antara pemerintah, petugas kebersihan, aparat keamanan dan masyarakat dapat terus diperkuat.

Dengan demikian, berbagai persoalan lingkungan maupun sosial di wilayah Tamamaung dapat diantisipasi secara bersama-sama.

“Kami ingin membangun lingkungan yang bersih, aman dan nyaman,” harapnya.

Kegiatan pembersihan yang tetap dilakukan meski pada hari libur tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan lingkungan menghadapi musim hujan sekaligus memperkuat budaya gotong royong di tingkat kelurahan.

Pemerintah Kelurahan Tamamaung memastikan kegiatan pemeliharaan kebersihan lingkungan akan terus dilakukan secara rutin dengan melibatkan unsur kewilayahan dan masyarakat, sehingga saluran drainase tetap terjaga dan lingkungan dapat terbebas dari tumpukan sampah yang berpotensi mengganggu fungsi drainase.

“Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat Tamamaung untuk bersama-sama menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, serta segera menyampaikan kepada pemerintah kelurahan jika menemukan persoalan di lingkungan,” pungkasnya. (*)

Comment