Bank Sampah Drive-Thru Disiapkan di Daya, Sampah Bernilai Ekonomi Makin Mudah Disalurkan

f93fbcd7 8773 473f bb77 a15f5dde9465

Makassar, Netral.co.id — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat implementasi gerakan pemilahan sampah dari sumber melalui berbagai inovasi di tingkat kewilayahan.

Salah satu langkah terbaru dilakukan Pemerintah Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, dengan menyiapkan pusat pemilahan sampah sekaligus fasilitas Bank Sampah Drive-Thru sebagai sarana pendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Lurah Daya, Andika Agrianto, mengatakan keberadaan pusat pemilahan sampah menjadi langkah lanjutan untuk memastikan sampah yang telah dipilah warga tetap terjaga kualitas pemilahannya sebelum disalurkan sesuai jenis dan karakteristiknya.

“Konsepnya adalah memperkuat proses pemilahan yang sudah dilakukan masyarakat di rumah,” ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat penguatan proses pemilahan sampah sebelum memasuki tahapan pengolahan maupun daur ulang.

Kehadirannya juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya baru di tengah masyarakat agar terbiasa memilah sampah sejak dari rumah.

“Nantinya sampah yang dibawa ke pusat pemilahan akan kembali diperiksa dan dipilah berdasarkan jenisnya sehingga pengelolaannya menjadi lebih efektif,” katanya.

Andika menjelaskan, proses tersebut penting untuk memastikan sampah organik, anorganik, residu maupun jenis sampah lainnya tidak kembali tercampur.

Dengan demikian, setiap kategori sampah dapat diarahkan ke mekanisme pengelolaan yang sesuai.

Dia menyampaikan, sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau produk bermanfaat lainnya, sementara sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan melalui bank sampah untuk didaur ulang.

“Adapun sampah residu akan ditangani sesuai sistem pengelolaan yang berlaku,” tuturnya.

Sebagai bagian dari fasilitas tersebut, Kelurahan Daya juga akan menghadirkan layanan Bank Sampah Drive-Thru yang memudahkan masyarakat menyetorkan sampah terpilah tanpa harus turun dari kendaraan.

Konsep ini merupakan pengembangan dari inovasi Drive-Thru Sentra Tukar Sampah yang sebelumnya telah diperkenalkan Pemerintah Kota Makassar menggunakan eks kontainer Covid-19 di jalan poros.

Program tersebut menjadi bagian dari pengembangan bank sampah sektoral guna memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menukar sampah bernilai ekonomis secara praktis dan efisien.

Menurut Andika, kemudahan layanan tersebut diharapkan semakin meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah.

“Melalui fasilitas ini masyarakat tidak hanya lebih mudah menyalurkan sampah yang sudah dipilah, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang masih memiliki nilai jual,” terangnya.

Dia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor utama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Karena itu, Pemerintah Kelurahan Daya terus mengajak seluruh warga membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah, mulai dari sampah organik, anorganik, residu hingga jenis sampah lainnya sesuai ketentuan pengelolaan.

“Kami berharap masyarakat terus mendukung dan membiasakan pemilahan sampah dari rumah. Dengan begitu, sampah yang sampai ke tempat pengolahan sudah lebih terpilah sehingga lebih mudah dikelola dan memiliki nilai manfaat,” harap Andika.

Ia menambahkan, perubahan pola pikir masyarakat menjadi salah satu tujuan utama dari program tersebut.

Sampah tidak lagi dipandang sebagai barang yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai apabila dikelola dengan benar.

Melalui pembangunan pusat pemilahan sampah dan Bank Sampah Drive-Thru, Pemerintah Kelurahan Daya optimistis budaya memilah sampah dari sumber akan semakin kuat di tengah masyarakat.

Langkah ini sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah Kota Makassar dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Juga, meningkatkan tingkat daur ulang, serta mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata bagi lingkungan,” pungkasnya. (*)

Comment