Makassar, Netral.co.id — Bukan sekadar seremoni pergantian pengurus, pelantikan DPW PPP Sulsel kali ini disiapkan sebagai panggung konsolidasi dengan kemasan modern untuk membangun optimisme kader menatap comeback ke Senayan.
Pelantikan yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2026 mendatang akan dikemas dengan konsep modern dan kekinian. Pengurus menyiapkan rangkaian acara yang memadukan unsur sinematografi serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), dengan melibatkan dominasi generasi muda sebagai wajah baru partai.
Salah satu pengurus DPW PPP Sulsel, Ilham, mengatakan pelantikan tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat baru bagi seluruh kader agar kembali aktif menggerakkan organisasi hingga tingkat daerah.
“Harapannya ini bukan sekadar pelantikan, tetapi menjadi momentum besar untuk menghidupkan kembali semangat kader dan memperkuat mesin partai di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Sebanyak 35 pengurus baru dijadwalkan dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono, yang direncanakan hadir dalam agenda tersebut.
Selain pengukuhan pengurus, kegiatan juga akan dirangkaikan dengan penyerahan surat keputusan (SK) kepada DPC yang telah menyelesaikan proses pembentukan kepengurusan.
DPW PPP Sulsel turut mengundang sejumlah pejabat dan tokoh daerah, mulai dari gubernur, kepala daerah, unsur Forkopimda, organisasi kepemudaan, hingga sejumlah kepala daerah yang mendapat dukungan PPP.
Saat ini, pembentukan kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota hampir rampung. Sebanyak 21 DPC telah terbentuk, sementara tiga daerah lainnya yakni Maros, Tana Toraja, dan Toraja Utara masih dalam tahap penyelesaian.
Menurut Ilham, konsolidasi di sejumlah wilayah terus dilakukan untuk membangun kembali kekuatan organisasi dan menjaga semangat kader pasca dinamika politik yang terjadi pada periode sebelumnya.
Melalui pelantikan dengan konsep baru ini, PPP Sulsel ingin mengirim pesan bahwa partai tengah menyiapkan energi dan pendekatan baru untuk memperkuat basis kader sekaligus menumbuhkan optimisme kembali memiliki daya saing di level nasional atau “comeback” ke Senayan.

Comment