HKN 17 September 2026 Jadi Upacara Terakhir Jufri Rahman sebagai Sekda Sulsel

Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, 17 September 2026, menjadi momen istimewa sebagai upacara terakhir Jufri Rahman sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan sebelum memasuki masa purnabakti.

Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. (Foto: Netral.co.id/F.R)

Makassar, Netral.co.id – Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, 17 September 2026, menjadi momen istimewa sebagai upacara terakhir Jufri Rahman sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan sebelum memasuki masa purnabakti.

Setelah hampir 40 tahun mengabdi sebagai birokrat, Jufri menyampaikan pesan reflektif di hadapan jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Suasana haru tampak dalam upacara yang diikuti jajaran ASN Pemprov Sulsel tersebut. Dalam sambutannya, Jufri mengatakan HKN kali ini memiliki makna yang berbeda dibandingkan biasanya.

“Karena hari ini, di tempat yang sama, di hadapan orang-orang yang sama-sama, saya berdiri dengan kesadaran bahwa setiap perjumpaan pada akhirnya akan menemukan kata selesai, dan setiap pengabdian pada waktunya akan sampai pada kata purna,” ujarnya.

Jufri mengaku upacara tersebut menjadi upacara terakhir dirinya sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan sebelum memasuki masa purnabakti.

“Yang berakhir itu adalah jabatan, bukan pengabdian. Yang selesai adalah masa kedinasan, bukan kecintaan kepada Sulawesi Selatan. Yang berubah adalah ruang pengabdian, bukan niat untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Jufri memulai karier sebagai birokrat pada 1986 dengan pangkat/golongan II/a. Dalam perjalanan kariernya, ia mengatakan terus memegang prinsip menjaga integritas, bekerja dengan ikhlas, dan senantiasa berserah kepada Allah SWT.

Menurut Jufri, keberadaan ASN pada dasarnya harus berorientasi pada upaya memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, ia berpesan agar birokrasi tidak hanya dipandang sebagai tempat bekerja, tetapi sebagai ruang untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara.

“Karena itu, selama menjalankan amanah sebagai Sekretaris Daerah, bahkan dalam sepanjang karir, saya berusaha memegang satu prinsip, bahwa jabatan adalah amanah dan kita harus menganggap bahwa pengabdian adalah ibadah,” tuturnya.

Di hadapan para ASN Pemprov Sulsel, Jufri juga menyampaikan permohonan maaf dengan setulus-tulusnya. Ia mengatakan perjalanan panjangnya di pemerintahan tidak pernah dijalani seorang diri.

“Perjalanan saya di pemerintahan ini saya sadar tidak pernah menjadi perjalanan seorang diri. Di belakang setiap kebijakan ada kerja keras banyak orang, di balik setiap keberhasilan ada tangan-tangan yang mungkin tidak terlihat, dan di balik setiap capaian ada kesabaran, pengorbanan, dan doa dari banyak orang,” ujarnya.

Menurut Jufri, perjalanan pengabdian tersebut juga tidak terlepas dari peran para ASN yang selama ini bekerja di balik penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Di balik seorang Sekretaris Daerah ada ribuan ASN yang ikhlas setiap hari bekerja dalam senyap, menikmati sunyi bersama tugas-tugasnya untuk memastikan bahwa pemerintahan tetap berjalan, pelayanan tetap diberikan, dan masyarakat tetap mendapatkan haknya,” pungkasnya.

Menutup sambutannya, Jufri menyampaikan satu kata kepada seluruh ASN Pemprov Sulsel, yakni terima kasih. Ia mengaku menghargai kebersamaan dan loyalitas jajaran ASN yang menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di Sulawesi Selatan.

“Izinkan saya menyampaikan satu kata yang sederhana tapi sungguh keluar dari hati. Satu kata itu adalah terima kasih.

Terima kasih atas semua kebersamaan kita selama ini. Terima kasih atas loyalitas dan teman-teman yang menjadi bagian dari perjalanan pengabdian saya kepada Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

Comment