MAKASSAR — Persoalan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan mendapat sorotan dari Anggota Komisi XII DPR RI, Andi Muzakkir Aqil.
Andi Muzakkir meminta persoalan tersebut segera dituntaskan dan tidak berhenti pada pemberian tenggat waktu perbaikan.
Hal itu disampaikan Andi Muzakkir saat kunjungan kerja Komisi XII DPR RI di Kota Makassar, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, pemadaman bergilir di Sulsel cukup mengherankan karena wilayah tersebut disebut memiliki kapasitas listrik yang mencukupi kebutuhan.
Andi Muzakkir menyebut cadangan listrik di Sulsel berada di kisaran 900 MW. Sementara kebutuhan listrik disebut sekitar 13.000 MW dan telah terpenuhi.
Kondisi tersebut membuatnya mempertanyakan mengapa pemadaman listrik masih terjadi di sejumlah wilayah.
Ia mengaku sempat terkejut saat pertama mengetahui persoalan pemadaman bergilir yang terjadi di Sulsel.
“Saya juga awal mengetahui persoalan ini kaget. Sehingga setelah mendapatkan beberapa penjelasan, memang ada beberapa kendala,” ujarnya.
Setelah mendapatkan penjelasan, Andi Muzakkir menyebut terdapat sejumlah kendala yang memengaruhi sistem kelistrikan.
Salah satunya berasal dari pembangkit listrik di kawasan Jeneponto yang mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan.
Selain itu, sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) juga mengalami kendala akibat kekeringan dan berkurangnya debit air.
Menurutnya, persoalan tersebut harus segera dicarikan solusi agar kondisi kelistrikan Sulsel dapat kembali normal.
Andi Muzakkir mengatakan, dalam pembahasan bersama PLN, penyelesaian persoalan kelistrikan secara keseluruhan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan.
Namun, ia meminta agar selama proses perbaikan tetap terdapat perkembangan yang dapat dilihat dan dirasakan masyarakat.
Ia menegaskan, penanganan persoalan listrik tidak boleh hanya berujung pada pemberian tenggat waktu tanpa adanya progres nyata.
Andi Muzakkir bahkan berencana kembali turun langsung dalam waktu dua pekan untuk mengecek perkembangan penanganan persoalan kelistrikan di Sulsel.
Ia ingin memastikan apakah perbaikan yang dilakukan PLN menunjukkan kemajuan atau tidak.
Menurutnya, dalam dua pekan setidaknya harus sudah terlihat perubahan, meski seluruh persoalan belum sepenuhnya terselesaikan.
Perubahan tersebut dapat dilihat dari berkurangnya wilayah yang mengalami pemadaman maupun semakin singkatnya durasi pemadaman.
Ia mencontohkan, apabila sebelumnya pemadaman berlangsung hingga 10 jam, maka setidaknya durasinya dapat berkurang menjadi lima jam.
Begitu pula dengan jumlah kecamatan atau wilayah yang terdampak. Menurutnya, berkurangnya wilayah terdampak sudah dapat menjadi indikator adanya progres.
Andi Muzakkir menegaskan, persoalan kelistrikan harus menjadi perhatian serius karena listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Comment