Fordes Matappa Siram Jalan Berdebu dan Bagikan Masker di 20 Desa Lingkar Tambang

Kader Jaga Mobilisasi (KJM) dan Kader Jaga Lingkungan (KJL) yang tergabung dalam Forum Desa Masyarakat Tambang (Fordes Matappa) melakukan penyiraman jalan dan pembagian masker kepada masyarakat di 20 desa lingkar tambang.

Forum Desa Masyarakat Tambang (Fordes Matappa) melakukan penyiraman jalan dan pembagian masker kepada masyarakat di 20 desa lingkar tambang. (Foto: Netral.co.id/F.R)

Luwu, Netral.co.id – Kader Jaga Mobilisasi (KJM) dan Kader Jaga Lingkungan (KJL) yang tergabung dalam Forum Desa Masyarakat Tambang (Fordes Matappa) melakukan penyiraman jalan dan pembagian masker kepada masyarakat di 20 desa lingkar tambang.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya debu di sejumlah jalur mobilisasi selama musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Salah satu kegiatan berlangsung di Desa Balla, Jumat (4/9/2026). Sejumlah kader dan warga turun langsung menyiram ruas jalan yang berdebu serta membagikan masker kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur tersebut.

Tidak ada seremoni dalam kegiatan itu. Para kader membawa selang, alat semprot, dan masker, kemudian bergerak menyusuri sejumlah titik yang dinilai terdampak debu.

Kondisi kemarau yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir menyebabkan debu semakin mudah beterbangan, terutama ketika kendaraan melintas di jalur mobilisasi. Debu kemudian dapat menempel pada pepohonan, rumah warga, hingga berbagai fasilitas yang berada di sekitar jalan.

Kondisi tersebut mendorong KJM dan KJL di masing-masing desa untuk mengambil langkah sederhana melalui penyiraman jalan dan pembagian masker.

Ketua Fordes Matappa Desa Balla, Hendra, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari kepedulian kader terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat di sekitar jalur mobilisasi.

Menurut dia, keberadaan kader tidak hanya sebatas menjalankan tugas, tetapi juga harus mampu melibatkan masyarakat dalam mencari solusi atas persoalan yang dihadapi bersama.

“Kita melihat kondisi di lapangan, kalau ada debu, kita tidak hanya melihat dan berkeluh kesah. Kita harus melakukan sesuatu untuk membantu masyarakat, seperti penyiraman jalan dan pembagian masker,” kata Hendra.

Masker Dibagikan Langsung kepada Warga

Dalam kegiatan tersebut, para kader mendatangi masyarakat dan rumah-rumah yang berada di sekitar jalur mobilisasi untuk membagikan masker.

Hendra mengatakan pembagian masker tidak hanya dimaksudkan sebagai upaya memberikan perlindungan sederhana kepada warga, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi antara kader dan masyarakat.

“Yang paling penting itu masyarakat merasa diperhatikan. Kita datang langsung, kita bagikan masker, sekaligus kita lihat kondisi di sekitar. Jadi ada komunikasi dan saling pengertian bersama warga,” ujarnya.

Gerakan serupa kemudian dilakukan secara serentak di 20 desa yang berada di kawasan lingkar tambang.

Di setiap wilayah, kader mengambil peran untuk memantau kondisi lingkungan, membantu menjaga kenyamanan masyarakat, serta membagikan masker kepada warga yang beraktivitas di sekitar jalur mobilisasi.

Kader Jaga Mobilisasi berperan membantu menjaga aktivitas di jalur mobilisasi tetap tertib dan aman. Sementara itu, Kader Jaga Lingkungan berfokus pada upaya menjaga kenyamanan lingkungan masyarakat.

Menurut Hendra, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga kondisi desa.

Warga, kata dia, merupakan pihak yang setiap hari berada di lingkungan tersebut sehingga mengetahui secara langsung perubahan dan persoalan yang terjadi.

“Kita yang tinggal di sini tentu tahu kondisi desa kita. Jadi kalau ada yang bisa dilakukan bersama untuk membantu warga, kita lakukan. Tidak harus menunggu sesuatu yang besar. Yang penting ada kepedulian dan ada tindakan,” katanya.

Dukungan Kegiatan di Lingkar Tambang

Kegiatan penyiraman jalan dan pembagian masker tersebut mendapat dukungan dari PT Masmindo Dwi Area sebagai bagian dari upaya bersama dalam menjaga kondisi lingkungan di desa-desa lingkar tambang.

Namun, pelaksanaan kegiatan di lapangan melibatkan masyarakat dan para kader di masing-masing wilayah.

Para kader turun langsung menyiram jalan, mendatangi rumah warga, dan membagikan masker kepada masyarakat.

Hendra menilai keterlibatan langsung masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan dan menciptakan kenyamanan di desa.

“Kalau masyarakat ikut bergerak, tentu hasilnya akan lebih baik. Kita tinggal di desa ini, kita juga yang merasakan kondisinya. Jadi mari sama-sama menjaga mobilisasi dan lingkungan supaya tetap aman dan nyaman,” ujarnya.

Kegiatan yang dilakukan serentak di 20 desa tersebut menunjukkan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan di wilayah masing-masing.

Melalui keterlibatan KJM dan KJL, masyarakat diharapkan dapat terus mengambil bagian dalam menjaga keamanan jalur mobilisasi sekaligus memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.

Di tengah musim kemarau dan jalanan yang semakin berdebu, gerakan tersebut berangkat dari langkah sederhana. Jalan disiram untuk membantu mengurangi debu, sementara masker dibagikan kepada warga yang berada di sekitar jalur mobilisasi.

Bagi warga dan kader yang terlibat, kepedulian terhadap desa tidak selalu harus dimulai dengan program besar. Tindakan sederhana yang dilakukan bersama dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kenyamanan lingkungan.

Pada akhirnya, gerakan di 20 desa lingkar tambang tersebut menjadi gambaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan masyarakat yang tinggal dan merasakan langsung kondisi di wilayahnya.

Comment