Bone, Netral.co.id – Siapa Andi Deraya Andhara? Di usia yang masih muda, sosok asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, ini mulai dikenal sebagai salah satu pebisnis muda yang menekuni dunia usaha.
Lahir di Watampone pada 18 Maret 2003, Deraya telah mengenal dunia bisnis sejak kecil. Lingkungan keluarga yang juga berkecimpung di dunia usaha menjadi salah satu faktor yang membuatnya terbiasa dengan aktivitas bisnis sejak dini.
Sejak kecil, Deraya beberapa kali dipercaya membantu mengelola usaha milik orang tuanya. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal baginya untuk mulai membangun bisnis sendiri.
Deraya sempat menekuni usaha di bidang kuliner sebelum akhirnya beralih menjadi pemasok atau supplier bahan baku. Bisnis supplier tersebut kini menjadi fokus utama yang dijalankannya.
Dari usaha yang digelutinya, Deraya mengaku mampu meraih omzet belasan hingga puluhan juta rupiah dalam sepekan.
Meski telah memiliki usaha dengan omzet yang cukup besar, Deraya memilih tetap menjalani kehidupan secara sederhana. Ia juga tidak menjadikan statusnya sebagai pengusaha untuk menunjukkan gaya hidup berlebihan.
“Alhamdulillah sejak kecil diajar ayah sama ibu untuk berbisnis. Jadi memang sejak kecil keluarga sudah membekali ilmu bisnis,” ungkap Deraya saat dihubungi, Sabtu (25/7).
Selain berbisnis, Deraya juga tetap mengutamakan pendidikan. Saat ini, ia tengah menempuh pendidikan Strata Satu (S1) pada Program Studi Hukum.
Menurutnya, pendidikan merupakan bekal penting untuk menunjang karier sekaligus memperluas wawasan dalam menjalankan usaha.
” Pendidikan itu nomor satu, orang tua selalu ingatkan soal itu. Soal kuliah jurusan hukum, kebetulan memang suka dan tertarik,” tambahnya.
Di luar aktivitas bisnis dan pendidikan, Deraya juga memiliki ketertarikan terhadap seni dan budaya. Sejak kecil, ia aktif mengikuti kegiatan di sanggar seni dan budaya serta beberapa kali meraih juara dalam berbagai perlombaan seni.
Deraya juga dikenal sebagai pencinta otomotif. Sejak 2019, ia aktif dalam komunitas motor dan menjadi salah satu penggagas komunitas motor perempuan di Makassar.
Pada 2024, ia turut menginisiasi penyelenggaraan acara motor khusus perempuan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu acara dengan konsep serupa yang pertama digelar di Kota Makassar.
Tak hanya itu, Deraya juga memimpin komunitas motor yang berfokus pada kendaraan custom. Komunitas tersebut sempat mendapat perhatian di kalangan pecinta otomotif.
Deraya merupakan anak sulung dari empat bersaudara. Ia tumbuh di tengah keluarga yang menjalankan berbagai jenis usaha, mulai dari warung kopi, bisnis kavling, jual beli mobil, hingga sejumlah usaha lainnya.
Dari garis keturunan sang ayah, Deraya dan keluarganya juga disebut merupakan keturunan Arung Palakka.
Dengan pengalaman berwirausaha yang telah dimulai sejak usia muda, Deraya berharap dapat terus mengembangkan bisnis supplier bahan baku yang kini dijalankannya.
Ia juga berharap perjalanan yang dilaluinya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani belajar dan membangun usaha sejak dini, tanpa mengesampingkan pendidikan.

Comment