Bupati Uji Nurdin Perkuat UMKM dan Program Petani Bangkit

IMG 20260507 WA0061 copy 800x520

Bantaeng, Netral.co.id – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy (Uji Nurdin), mengajak masyarakat memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta inovasi kewirausahaan melalui program petani bangkit.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Seminar dan Pelatihan Inkubator Bisnis dan Teknologi yang diselenggarakan Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng di Aula Graha Vokasi AKOM, Rabu 6 Mei 2026

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kewirausahaan industri, meningkatkan daya saing masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantaeng.

Dalam kesempatan itu, Fathul Fauzy Nurdin juga membawakan materi di hadapan peserta seminar yang terdiri dari pelaku UMKM, petani, dan mahasiswa.

Ia menegaskan, keberadaan AKOM Bantaeng ke depan tidak hanya berorientasi mencetak lulusan siap kerja di sektor industri, tetapi juga harus mampu membangun pola pikir kewirausahaan di kalangan generasi muda.

“Masyarakat tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja yang memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Bantaeng,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat ini Kabupaten Bantaeng menghadapi tantangan berupa pemotongan transfer ke daerah (TKD) dan melemahnya sektor industri.

Menurut dia, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Bantaeng, tetapi juga dirasakan sejumlah daerah lain di Indonesia.

“Karena itu kita harus melakukan efisiensi dan memprioritaskan anggaran pada sektor yang benar-benar penting,” katanya.

Fathul Fauzy Nurdin menjelaskan, lesunya sektor industri, khususnya industri nikel, berdampak terhadap penurunan pendapatan asli daerah (PAD) serta meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut juga memunculkan peluang baru, terutama pada sektor UMKM yang dinilai mulai menunjukkan pertumbuhan positif.

“UMKM kita meningkat. Karena itu mari kita mendukung masyarakat yang memiliki usaha. UMKM tidak harus selalu soal makanan, daerah yang memiliki potensi pertanian juga bisa mengembangkan industri kecil seperti pakan ternak,” ujarnya.

Selain itu, ia turut memperkenalkan program “Petani Bangkit” sebagai upaya pemerintah daerah dalam menjawab berbagai persoalan di sektor pertanian.

“Program ini hadir setelah melihat berbagai tantangan yang dihadapi petani. Jika berbicara soal komoditas pangan, tentu banyak hal yang perlu dibenahi bersama,” katanya.

Sementara itu, Direktur Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng, Arminas, berharap kegiatan seminar dan pelatihan tersebut dapat menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antarberbagai pihak.

Ia menilai sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor perbankan penting dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan di Kabupaten Bantaeng.

“Kolaborasi yang kuat diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan daya saing ekonomi daerah,” ujarnya.

Comment