Temui Massa May Day, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi Puji Kedewasaan Buruh Makassar saat Demo

0da7f014 54f3 435a b6b6 cc8fa2d3c21c

MAKASSAR – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, turun langsung menemui massa aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di depan kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Jumat (1/5/2026).

Politisi yang akrab disapa Cicu ini menyambut hangat perwakilan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Dalam pertemuan tersebut, Cicu didampingi oleh dua anggota DPRD Sulsel dari Fraksi NasDem, Mizar Roem dan Mahmud.

Apresiasi Aksi Damai Cicu memberikan apresiasi tinggi terhadap massa aksi yang tetap menjaga ketertiban dan keamanan selama menyuarakan tuntutan mereka. Menurutnya, sikap kondusif ini menunjukkan kedewasaan para pekerja di Sulawesi Selatan dalam berdemokrasi.

“May Day adalah ruang bagi teman-teman buruh untuk menyampaikan aspirasi. Sejak 2017, aksi buruh di Makassar selalu berlangsung kondusif dan tetap menaati aturan. Ini mencerminkan kedewasaan dalam menyampaikan pendapat di ruang publik,” ujar Cicu di hadapan para buruh.

Ia menambahkan bahwa aspirasi tetap bisa tersampaikan dengan kuat tanpa harus mengabaikan ketertiban umum. Baginya, aksi damai ini justru membuat substansi tuntutan lebih mudah diterima dan dipahami oleh para pemangku kebijakan.

Komitmen Tindak Lanjut Legislatif Terkait poin-poin tuntutan buruh—yang mencakup dorongan pembahasan RUU Ketenagakerjaan di tingkat pusat hingga penguatan pengawasan tenaga kerja di daerah—Cicu menegaskan komitmen DPRD Sulsel untuk mengawal aspirasi tersebut.

“Setiap aspirasi yang masuk pasti akan kami tindak lanjuti jika memang menjadi kewenangan DPRD Provinsi. Jika ranahnya berada di pusat, kami pastikan akan meneruskannya ke pihak terkait agar didengar,” tegasnya.

DPRD Sulsel berharap sinergi dan komunikasi antara pekerja, pemerintah, dan legislatif terus berjalan efektif. Dengan dialog yang humanis, persoalan ketenagakerjaan di Sulawesi Selatan diharapkan dapat menemukan solusi yang tepat dan berkelanjutan bagi kesejahteraan buruh.

Hingga aksi berakhir, suasana di sepanjang Jalan AP Pettarani tetap terkendali, menunjukkan bahwa May Day 2026 di Makassar menjadi simbol penyampaian pendapat yang harmonis namun tetap progresif.

Comment