Wali Kota Appi Apresiasi Kinerja Pegawai PDAM Makassar: Lebih dari 90 Persen Pembenahan Nyata

IMG 0544

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengikuti rangkaian perayaan HUT ke-102 Perumda Air Minum di Pantai Indah Bosowa Makassar/Ist

Makassar, Netral.co.id – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memberikan apresiasi terhadap kinerja jajaran Perumda Air Minum Kota Makassar yang dinilainya mulai menunjukkan hasil nyata dalam pembenahan pelayanan kepada masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Gathering Pegawai Perumda Air Minum Kota Makassar di Pantai Indah Bosowa Makassar, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan itu menjadi rangkaian puncak peringatan HUT ke-102 Perumda Air Minum Kota Makassar.

Gathering tersebut diikuti jajaran direksi, pejabat struktural, serta seluruh pegawai Perumda Air Minum. Hadir pula Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar Andi Syahrum, Direktur Keuangan Wirda Fauzah Madjid, Direktur Umum Andi Taufiq Aris, Ketua PERISPAM Syahriati dan sejumlah pejabat lainnya.

Di tengah suasana perayaan, Munafri menyampaikan penghargaan atas kerja keras pegawai dalam memperbaiki berbagai persoalan pelayanan yang sebelumnya banyak dikeluhkan masyarakat.

Menurut Munafri, pembenahan tersebut tidak hanya terlihat dari laporan internal perusahaan, tetapi juga dapat ia temukan ketika turun langsung ke lapangan.

“Saya turun langsung untuk memastikan apa yang saya lihat di berita maupun media sosial. Apa benar ini turun untuk diperbaiki? Apa benar sambungan yang selama ini tidak pernah mengalir sudah mengalir? Alhamdulillah, lebih dari 90 persen yang saya datangi itu nyata di depan mata saya,” kata Munafri.

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan adanya perubahan positif di tubuh Perumda Air Minum. Munafri menyebut hasil itu tidak terlepas dari kemampuan, keikhlasan, serta dedikasi pegawai dalam menjalankan tugas.

Karena itu, ia meminta seluruh pegawai tidak berhenti pada capaian yang sudah diraih. Pembenahan harus terus dilanjutkan agar kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat.

“Perusahaan ini membutuhkan dedikasi kita. Perusahaan ini sudah terlalu lama menjadi tempat kita bersandar untuk keluarga. Sekarang saatnya kita memberikan dedikasi kepada perusahaan, sehingga perusahaan ini bisa menjadi sandaran kita dan masa depan kita,” ujarnya.

Munafri juga mengingatkan seluruh pegawai untuk menjaga integritas dan profesionalitas. Ia meminta persoalan internal tidak sampai mengganggu kinerja perusahaan maupun pelayanan kepada pelanggan.

Ia secara khusus mengingatkan agar tidak ada kelompok atau faksi yang dibangun berdasarkan kepentingan tertentu. Menurutnya, kondisi tersebut justru dapat menghambat upaya perusahaan untuk berkembang.

“Jangan kita pelihara faksi-faksi. Faksi-faksi inilah yang meruntuhkan profesionalitas kita bekerja. Saya berharap yang terbangun di Perumda Air Minum adalah komitmen kekeluargaan yang profesional,” katanya.

Menurut Munafri, setelah pembenahan mulai menunjukkan hasil, seluruh pegawai harus memiliki pandangan yang sama mengenai masa depan perusahaan. Ia berharap pembicaraan di lingkungan Perumda Air Minum tidak lagi berkutat pada persoalan individu, tetapi diarahkan pada gagasan yang lebih besar.

“Perusahaan akan besar kalau kita bercerita tentang gagasan besar, harapan besar, cita-cita besar, serta komitmen besar untuk membesarkan perusahaan,” ujarnya.

Munafri juga menilai pertumbuhan perusahaan harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan pegawai. Ia meminta jajaran direksi dan tim audit memastikan kondisi keuangan perusahaan dikelola secara sehat dan transparan.

Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah hak pegawai berupa gaji ke-13. Munafri menyatakan pembayaran tersebut dapat direalisasikan apabila kondisi keuangan perusahaan memungkinkan.

“Gaji ke-13 bukan hadiah dari saya. Bukan hadiah sama sekali, tetapi hak yang harus kalian dapatkan karena memajukan perusahaan ini,” tegasnya.

Namun, ia mengingatkan agar seluruh kebijakan terkait kesejahteraan pegawai tetap mempertimbangkan kesehatan keuangan perusahaan. Menurutnya, keuntungan yang diperoleh harus dikelola secara bertanggung jawab dan memberikan dampak terhadap pelayanan serta pegawai.

Selain memberikan apresiasi, Munafri juga mengingatkan Perumda Air Minum mengenai tantangan pelayanan ke depan, khususnya potensi kemarau panjang akibat perubahan iklim.

Ia meminta perusahaan memastikan kesiapan infrastruktur dan kemampuan teknis agar distribusi air bersih tetap berjalan ketika kondisi cuaca semakin sulit.

“Kondisi perubahan iklim saat ini membutuhkan kerja ekstra. Kalau kemarau panjang, segala infrastruktur dan kemampuan yang dimiliki Perumda Air Minum harus disiapkan supaya air terus mengalir dan kebutuhan dasar masyarakat Kota Makassar terhadap air bersih dapat dilayani dengan baik,” katanya.

Munafri menegaskan kesiapan menghadapi kondisi tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab direksi. Seluruh pegawai diminta mengambil peran sesuai bidang dan tanggung jawab masing-masing.

Ia juga menekankan pentingnya kualitas interaksi petugas dengan pelanggan. Menurut Munafri, keberhasilan pelayanan tidak hanya ditentukan oleh air yang mengalir, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan dari petugas di lapangan.

“Saya ingin ketika pegawai Perumda Air Minum datang ke rumah masyarakat, mereka datang dengan senyum dan menyambut dengan ramah. Jangan sampai masyarakat justru mengeluh ketika pegawai kita datang,” ujarnya.

Munafri mengatakan akan mengambil tindakan tegas apabila menerima laporan mengenai pegawai yang memberikan pelayanan tidak sesuai standar. Ia menilai sikap petugas berkaitan langsung dengan integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan.

Di sisi lain, Munafri kembali menegaskan bahwa dirinya tidak ingin melakukan intervensi terhadap pengelolaan internal Perumda Air Minum. Ia berharap perusahaan dapat berkembang secara profesional dan mandiri sebagai badan usaha milik pemerintah kota.

“Saya tidak pernah masuk untuk mengintervensi apa-apa di dalam Perumda Air Minum karena saya ingin memperlihatkan bahwa ini adalah perusahaan yang independen, yang mampu mengurus dirinya sendiri,” katanya.

Terkait proses pemilihan direksi definitif, Munafri menyebut tahapan tersebut masih berjalan. Ia meminta siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin perusahaan tetap mendapat dukungan dari seluruh pegawai.

“Siapa pun nanti yang ada adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kita. Mereka adalah orang-orang yang berkomitmen untuk membesarkan perusahaan ini,” ujarnya.

Memasuki usia 102 tahun, Munafri berharap capaian pembenahan yang telah dilakukan dapat menjadi awal bagi Perumda Air Minum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Ia menegaskan perusahaan tidak boleh hanya mengejar keuntungan, tetapi juga harus memastikan manfaat keberadaannya benar-benar dirasakan masyarakat Makassar.

“102 tahun bukan usia yang muda. Saya berharap kita menjadi salah satu perusahaan air minum yang tidak hanya mengejar laba perusahaan, tidak hanya berpikir tentang keuntungan, tetapi bagaimana pelayanan prima bisa sampai di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Munafri berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam gathering tersebut dapat diteruskan melalui kerja nyata. Menurutnya, apresiasi terhadap pegawai harus dibarengi dengan komitmen untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian pelayanan yang sudah ada.

Comment