Gema Takbir di Barombong: Khatib Masjid An Nawiah Ingatkan Makna Kematian dan Bakti Keluarga

Suasana khidmat menyelimuti Perumahan Hasri Barombong Residence II saat ratusan jamaah memadati Masjid An Nawiah untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah. Sejak pagi buta, warga datang dengan pakaian terbaik mereka, menyimbolkan kebahagiaan setelah sebulan penuh berjuang di bulan Ramadhan.

Khatib Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Perumahan Hasri Barombong Residence II, Masjid An Nawiah. (Foto: Netral.co.id/F.R)

Makassar, Netral.co.id – Suasana khidmat menyelimuti Perumahan Hasri Barombong Residence II saat ratusan jamaah memadati Masjid An Nawiah untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah. Sejak pagi buta, warga datang dengan pakaian terbaik mereka, menyimbolkan kebahagiaan setelah sebulan penuh berjuang di bulan Ramadhan.

Dalam khutbahnya yang menyentuh hati, Khatib mengajak jamaah merenungkan hakikat kehidupan melalui Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 185. Beliau mengingatkan bahwa setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.

“Hari ini kita mengenakan pakaian terbaik, namun suatu saat kita akan dibungkus kain putih dan berada sendiri di dalam kubur,” pesan Khatib di hadapan jamaah yang terpaku menyimak.

Selain pesan tentang kematian, khutbah tersebut menekankan pentingnya menjaga tauhid, memperbanyak istighfar, serta bakti kepada orang tua, terutama ibu. Khatib juga mengingatkan tanggung jawab laki-laki sebagai pemimpin keluarga dan pentingnya para istri menjaga amanah serta lisan dalam rumah tangga.

Transparansi dan Kepedulian Sosial

Sebelum shalat dimulai, Ketua Pengurus Masjid An Nawiah menyampaikan laporan terbuka sebagai bentuk amanah kepada jamaah. Dilaporkan bahwa donasi Ramadhan terkumpul sebesar Rp9.500.000 dari 15 donatur, yang seluruhnya digunakan untuk operasional ibadah dan pelaksanaan Idul Fitri.

Terkait zakat fitrah, masjid berhasil mengumpulkan zakat dari 63 jiwa muzakki berupa 168 liter beras dan uang tunai Rp1.118.000. Seluruhnya telah disalurkan secara tepat sasaran kepada 30 mustahik di lingkungan sekitar.

Ketua Masjid menegaskan bahwa kemakmuran masjid adalah tanggung jawab bersama. “Masjid tidak cukup dikelola oleh pengurus saja. Warga diajak memiliki rasa tanggung jawab yang sama dalam memakmurkan rumah Allah ini,” pungkasnya.

Perayaan Idul Fitri di Masjid An Nawiah tahun ini ditutup dengan doa bersama, memperkuat ikatan silaturahmi dan kepedulian sosial antarwarga.

Comment