Wagub Fatmawati Rusdi Dorong Sinergi Pembangunan di HJB Bone ke-696

Peringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menegaskan arah pembangunan daerah yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berorientasi pada refleksi capaian dan proyeksi masa depan.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, yang hadir mendampingi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. (Foto: Netral.co.id/F.R)

Bone, Netral.co.idPeringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menegaskan arah pembangunan daerah yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berorientasi pada refleksi capaian dan proyeksi masa depan.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, yang hadir mendampingi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi ruang evaluasi atas capaian pembangunan sekaligus perumusan langkah strategis yang lebih terarah ke depan.

“Ini adalah wujud syukur dan kebersamaan, sekaligus momentum refleksi atas apa yang telah dicapai dan apa yang harus kita benahi ke depan,” ujar Fatmawati.

Ia menilai semangat kebersamaan masyarakat Bone menjadi fondasi utama dalam mendorong percepatan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Fatmawati juga mengapresiasi capaian Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman. Menurutnya, progres pembangunan yang dicapai dalam waktu relatif singkat tidak terlepas dari kesinambungan kepemimpinan serta kolaborasi seluruh elemen, termasuk Forkopimda dan masyarakat.

Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah program strategis yang tengah dan akan dikembangkan di Kabupaten Bone, seperti pembangunan Sekolah Rakyat, hilirisasi peternakan terintegrasi, pembangunan pabrik beras skala besar, serta pengembangan Bandara Arung Palakka dan pelabuhan sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru yang diarahkan untuk memperkuat posisi Bone dalam rantai pasok regional.

“Dengan berbagai program ini, kami optimistis Bone akan menjadi salah satu pintu gerbang utama Indonesia Timur di masa mendatang,” jelasnya. Optimisme tersebut didasarkan pada perencanaan program yang dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan.

Selain itu, Pemprov Sulsel melalui program Multi-Years Project (MYP) 2025–2027 juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi di Bone guna memperkuat konektivitas dan ketahanan pangan.

Fatmawati turut menekankan pentingnya pengawalan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), serta layanan cek kesehatan gratis agar benar-benar dampak dirasakan langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyampaikan bahwa capaian pembangunan daerah sepanjang 2025 menunjukkan tren positif, di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 6,15 persen serta raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-10 kali berturut-turut.

Ia juga menegaskan bahwa tema HJB ke-696, “To Masseddi Patarompoi Wanua Bone”, menjadi refleksi nilai kebersamaan dan semangat kolaborasi dalam membangun daerah yang mandiri dan berkelanjutan.

“Tema ini adalah panggilan jiwa untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan dalam mewujudkan Bone yang maju dan bermartabat,” ungkap Andi Asman.

Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, menambahkan bahwa peringatan Hari Jadi Bone merupakan simbol persatuan sekaligus warisan nilai luhur yang harus terus dijaga.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah yang berdaya saing dengan tetap menjunjung tinggi nilai budaya.

Dengan kolaborasi tersebut, pembangunan di Kabupaten Bone diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Comment