Jakarta, Netral.co.id – Anggota Komisi II DPR RI, Taufan Pawe, memproyeksikan Ibu Kota Nusantara (IKN) siap beroperasi penuh sebagai pusat pemerintahan atau “Ibu Kota Politik” pada tahun 2028.
Hal tersebut ia sampaikan dalam wawancara bersama Trijaya FM, Rabu (14/1/2026).
Optimisme ini muncul usai kunjungan perdana Presiden Prabowo Subianto ke IKN pada awal pekan ini.
Taufan menilai kehadiran Presiden di Kalimantan Timur merupakan bukti nyata political will pemerintah untuk mempercepat pemindahan pusat kekuasaan.
”Saya sangat optimistis. Kita harus melihat IKN sebagai ibu kota politik tempat pilar eksekutif, legislatif, dan yudikatif menjalankan fungsi kenegaraan. Target 2028 sangat masuk akal melihat progres di lapangan,” ujar Taufan.
Dalam sesi wawancara tersebut, Taufan membagikan pengalamannya menginap di hunian ASN sebulan lalu. Ia memastikan bahwa fasilitas dasar seperti rumah sakit, pasar tradisional, hingga sekolah telah tersedia untuk mendukung kehidupan di sana.
”Saya merasakan langsung tinggal di tower ASN yang sudah mengadopsi sistem smart home. Fasilitasnya sangat menjanjikan. Bahkan, saya sempat berinteraksi dengan beberapa ASN yang sudah mulai bertugas di sana; mereka merasa nyaman dengan fasilitas yang tersedia,” ungkapnya.
Menanggapi pembangunan gedung legislatif, Taufan menjelaskan bahwa proses konstruksi terus berjalan.
Sebagai mitra kerja Otorita IKN, Komisi II DPR RI berkomitmen mengawal penggunaan anggaran sebesar Rp14 triliun yang telah disetujui untuk memastikan kelanjutan proyek pada 2026.
”Kami di Komisi II terus mengawal anggaran, termasuk alokasi Rp14 triliun yang telah disetujui. Dengan efisiensi dan pengawasan yang ketat, pembangunan gedung DPR dan lembaga lainnya akan selesai tepat waktu,” tegas Politisi Golkar tersebut.
Taufan menutup wawancara dengan menegaskan bahwa IKN adalah ikon kebanggaan baru Indonesia yang harus dijaga bersama proses transisinya agar berjalan masif dan terstruktur.

Comment