New York, Netral.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menuntut Iran melakukan “penyerahan tanpa syarat” di tengah meningkatnya eskalasi konflik setelah Teheran terus melancarkan serangan drone dan rudal ke sejumlah target di Israel dan kawasan Teluk.
Pernyataan tersebut muncul ketika konflik antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel semakin memanas dalam beberapa hari terakhir.
Di sisi lain, Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir-Saeid Iravani, mengecam keras tindakan militer kedua negara tersebut. Ia menilai serangan yang dilakukan telah melampaui batas kemanusiaan.
Menurut Iravani, Amerika Serikat dan Israel “tidak mengenal batas merah dalam melakukan kejahatan mereka” terhadap Iran, termasuk serangan terhadap wilayah sipil yang padat penduduk.
Data terbaru menunjukkan sedikitnya 1.332 orang dilaporkan tewas akibat serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel sejak konflik meningkat pada akhir pekan lalu. Gelombang baru pemboman intensif juga dilaporkan menghantam ibu kota Iran, Teheran, pada Sabtu pagi.
Sementara itu, sejumlah pakar independen dari United Nations menyerukan dilakukannya penyelidikan independen terhadap serangan yang menghantam sebuah sekolah putri di Minab, Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan 165 siswi pada pekan ini. Seruan investigasi muncul setelah sejumlah laporan media menyebut militer Amerika Serikat kemungkinan bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Hingga kini, pihak Washington belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut, sementara situasi keamanan di kawasan Timur Tengah terus memanas seiring meningkatnya serangan balasan dari kedua pihak.

Comment