Dompu, Netral.co.id – Aksi kekerasan yang melibatkan sekelompok pemuda tak dikenal kembali terjadi di wilayah Doro Tangga, Mangge Asi, Kabupaten Dompu. Dalam insiden tersebut, seorang anggota Babinsa, A. Malik, mengalami luka akibat terkena anak panah di bagian lengan.
Peristiwa itu terjadi saat aparat keamanan tengah menjalankan patroli malam. Kelompok pelaku dilaporkan membawa sejumlah senjata, termasuk parang, busur panah, dan diduga senjata rakitan.
Babinsa A. Malik mengungkapkan bahwa saat kejadian, ia mendengar suara kendaraan yang melintas dengan kecepatan tinggi sebelum aksi penyerangan terjadi. Ia menduga para pelaku bukan berasal dari wilayah setempat.
“Wunga jaga sia doho ma ngango gas-gas Honda ternyata lain sia doho Manggeasi, dou ta ari. Wati terima kanta ba nami akhir nya fou mai mboda na, ede hina kaip fana saya ke” terangkan A. Malik saat di konfirmasi Netral.co.id
Artinya: “Sementara mengamankan mereka (anak muda) yang sengaja menarik gas motor sehingga mengakibatkan keributan, yang pasti pelakunya bukan warga Mangge Asi, orang luar. Tidak terima ditegur akhirnya kami kejar, terus mereka kembali dan menarik busurnya hingga lengan saya kena busur,” ujar A. Malik
Ia menambahkan, dirinya bersyukur luka yang dialami tidak berakibat fatal. Namun, kejadian tersebut menunjukkan adanya potensi gangguan keamanan yang perlu segera ditangani.
Sementara itu, anggota Bhabinkamtibmas diketahui sedang melaksanakan patroli rutin saat peristiwa berlangsung.
Insiden ini memicu kekhawatiran masyarakat setempat. Warga menilai aksi pemanahan liar bukan kali pertama terjadi, melainkan berulang dari tahun ke tahun tanpa penanganan yang tuntas.
Sejumlah warga mempertanyakan efektivitas kinerja aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan lingkungan. Mereka berharap ada langkah konkret untuk mengungkap pelaku sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait identitas pelaku maupun langkah lanjutan yang akan diambil aparat keamanan.

Comment