Gowa, Netral.co.id – Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga dan Mutu Pangan melakukan peninjauan langsung ke gudang beras dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kabupaten Gowa, Selasa, (10/02/2026).
Kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan pangan serta mutu produk tetap terjaga sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
Sejumlah OPD lingkup Pemprov tergabung dalam satgas ini diantaranya, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian, Dinas Peternakan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP),
Peninjauan tersebut dilakukan di salah satu gudang beras di wilayah Bajeng, Kabupaten Gowa.
Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional, Brigadir Jenderal Polisi Hermawan, S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan stok beras dalam kondisi aman dengan kualitas yang baik.
“Kita berkunjung di gudang beras, alhamdulillah stok cukup dan produksi banyak, kualitasnya juga bagus. Kita sudah lihat langsung, berasnya putih bersih. Yang rusak atau berwarna cokelat sudah dipisahkan dan dimanfaatkan untuk keperluan lain, tidak diperjualbelikan,” ujar Hermawan.
Ia menjelaskan, beras medium saat ini dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram dan didistribusikan sesuai dengan sistem zonasi pedagang yang telah ditetapkan.
“Kami menghimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap beras dari pemerintah. Apalagi sudah ada sertifikasi, sehingga mutu dan keamanannya terjamin,” katanya.
Selain gudang beras, Satgas juga meninjau RPH Tamarunang, Kabupaten Gowa. Dalam kunjungan tersebut, Hermawan mengapresiasi sistem penanganan daging ayam yang dinilai telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.
“Setelah dipotong langsung dibersihkan dan dimasukkan ke dalam freezer. Ini bagus karena tidak sempat terkontaminasi bahan lain,” jelasnya.
RPH Tamarunang diketahui memiliki kapasitas produksi hingga 5.000 ekor ayam per hari dengan harga jual sekitar Rp40.000 per kilogram. Sistem pengolahan tersebut dinilai mendukung upaya penyediaan protein hewani yang aman dan layak konsumsi bagi masyarakat.
Kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin pemerintah untuk memastikan pasokan pangan di Sulawesi Selatan tetap tersedia, terjangkau, dan memenuhi standar mutu, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat sebagai konsumen.

Comment