- Pantai Akkarena
Salah satu tempat favorit warga Makassar untuk ngabuburit sambil menikmati pemandangan laut dan senja. Pantai ini memiliki area yang nyaman untuk duduk santai, spot foto estetik, dan beragam pilihan kuliner sekitar pantai.
- Pantai Tanjung Bayang
Lokasi yang lebih tenang dan cocok untuk ngabuburit bersama keluarga. Suasananya santai, sejuk oleh angin laut, serta tersedia pedagang takjil dan minuman di sore hari.

- Fort Rotterdam
Tempat bersejarah yang kini sering digunakan warga untuk jalan santai menikmati sore. Di area benteng ini pengunjung bisa duduk santai, berswafoto, atau belajar sejarah sambil menunggu waktu buka.
- Bazar Ramadan dan Takjil
Beberapa lokasi seperti Pasar Cidu atau Jalan Andi Mappanyukki menjadi pusat berburu takjil menjelang berbuka. Di pelataran Masjid Al-Markaz Al-Islami juga ramai pedagang kuliner khas Ramadan yang bisa jadi pilihan ngabuburit sambil berburu menu berbuka.
- Rooftop Garden Nipah Park
Area rooftop di pusat belanja ini menawarkan suasana sore yang asyik sambil menikmati musik atau ngopi ringan sebelum berbuka.
- Lapangan Syekh Yusuf
Lapangan ini menjadi salah satu lokasi favorit warga Gowa untuk ngabuburit. Banyak pedagang takjil yang buka sore hari sehingga bisa sambil jalan santai dan berburu menu buka puasa.
- Masjid Tua Al-Hilal Katangka
Selain menjadi tempat ibadah, area sekitar masjid tua ini sering menjadi tempat berkumpul warga sore hari sambil menunggu azan Maghrib di bulan Ramadan.
- Malino Highland
Meski berada sedikit di luar kota, kawasan ini menawarkan suasana sejuk, pemandangan alam, dan area piknik yang pas untuk ngabuburit bersama keluarga atau teman sebelum berbuka.
- Taman Nasional Bantimurung–Bulusaraung
Untuk ngabuburit bernuansa alam, kawasan ini menawarkan pemandangan indah air terjun, museum kupu-kupu, dan danau Toakala. Suasana alam yang hijau cocok untuk jalan santai menunggu waktu berbuka.
- Rammang-Rammang
Kawasan karst yang terkenal di Maros ini juga bisa jadi pilihan ngabuburit dengan pemandangan alam yang tenang dan berbeda dari suasana kota.
4 Tradisi Ngabuburit Mengakar di Indonesia
Ngabuburit menjadi salah satu tradisi khas masyarakat Indonesia saat bulan Ramadhan. Istilah ini populer di wilayah Sunda dan merujuk pada kegiatan mengisi waktu menjelang azan Maghrib atau waktu berbuka puasa.
Seiring waktu, ngabuburit tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari budaya Ramadhan di berbagai daerah.
- Lebih dari Sekadar Menunggu Waktu
Di Indonesia, ngabuburit bukan sekadar aktivitas menunggu berbuka. Tradisi ini berkembang menjadi momen sosial yang mempererat hubungan antarwarga.
Di banyak kota seperti Bandung, Yogyakarta, hingga Makassar, masyarakat memanfaatkan sore hari dengan beragam kegiatan positif.
Mulai dari berjalan santai di taman kota, berburu takjil di pasar Ramadhan, mengikuti kajian di masjid, hingga berkumpul bersama keluarga dan sahabat.
Aktivitas ini mencerminkan karakter masyarakat Indonesia yang menjunjung kebersamaan.
- Dimensi Religius dan Sosial
Ngabuburit juga memiliki dimensi religius yang kuat. Banyak warga memanfaatkan waktu menjelang berbuka untuk tadarus Al-Qur’an, mengikuti ceramah singkat, atau memperbanyak doa.
Di sisi lain, pelaku UMKM turut merasakan dampak ekonomi dari tradisi ini melalui meningkatnya penjualan makanan dan minuman berbuka.
Fenomena pasar takjil yang ramai hampir di setiap sudut kota menjadi bukti bahwa ngabuburit juga berkontribusi terhadap perputaran ekonomi lokal selama Ramadhan.
- Tantangan dan Adaptasi Zaman
Di era digital, pola ngabuburit ikut berubah. Generasi muda kini memanfaatkan media sosial untuk berbagi rekomendasi tempat berbuka, membuat konten kuliner, hingga melakukan siaran langsung aktivitas mereka.
Meski begitu, esensi ngabuburit sebagai momen kebersamaan dan refleksi diri tetap terjaga.
Yang perlu diperhatikan, masyarakat diimbau tetap menjaga ketertiban, keselamatan, serta tidak berlebihan dalam beraktivitas agar ibadah puasa tetap optimal.
- Tradisi yang Terus Bertahan
Ngabuburit telah menjadi bagian dari identitas Ramadhan di Indonesia. Perpaduan nilai budaya, religius, dan sosial menjadikan tradisi ini bukan sekadar kebiasaan musiman, melainkan warisan yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Dengan memilih aktivitas yang positif dan bermanfaat, ngabuburit dapat menjadi waktu yang produktif sekaligus memperkaya pengalaman spiritual selama bulan suci.

Comment