Makassar, Netral.co.id – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya menempatkan ketahanan keluarga sebagai pilar utama pembangunan nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Sosialisasi Konsepsi Dasar Partai Tahun 2026 yang digelar sebagai bagian dari program pendidikan politik PKS.
Kegiatan yang berlangsung pada Ahad, 25 Januari 2026, di Kantor DPTW PKS Sulawesi Selatan ini juga menjadi momentum penguatan pemahaman anggota terkait pentingnya Pengarusutamaan Keluarga guna mewujudkan keluarga yang tangguh, bahagia, dan berkualitas.
Sebanyak 130 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, yang terdiri atas pengurus DPTW PKS Sulawesi Selatan, pengurus DPTD PKS kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, anggota utama PKS, serta anggota legislatif PKS Sulawesi Selatan.
Melalui sosialisasi ini, PKS menargetkan anggotanya tidak hanya kuat secara ideologis dan organisatoris, tetapi juga mampu membangun keluarga yang berkualitas sehingga memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS yang memberikan penguatan strategis terkait arah perjuangan nasional PKS serta konsistensi ideologi partai dalam menghadapi dinamika dan tantangan zaman.
Salah satu sesi penting dalam kegiatan tersebut membahas Pengarusutamaan Keluarga. Sekretaris Komisi Pembangunan dan Ketahanan Keluarga MPP PKS, Sri Kusnaenih, menegaskan bahwa pengarusutamaan keluarga merupakan konsen utama PKS dalam pengambilan kebijakan partai.
“Pengarusutamaan keluarga ini menjadi perhatian serius DPP PKS. Perspektif keluarga harus mewarnai seluruh kebijakan dan program partai, mulai dari tingkat DPP hingga DPRa,” ujar Sri Kusnaenih.
Sementara itu, Sekretaris MPW PKS Sulawesi Selatan, Sri Rahmi, menegaskan bahwa seluruh pejabat publik dari PKS wajib menjadikan keluarga sebagai arus utama dalam penyusunan program dan kebijakan di daerah.
“Seluruh anggota dewan di semua level, kepala daerah, maupun wakil kepala daerah dari PKS harus menjadikan keluarga sebagai arus dalam setiap penyusunan program di daerah,” kata Eks Legislator Sulsel itu.
Menurutnya, penguatan kebijakan berbasis keluarga juga harus ditopang dengan regulasi yang memadai.
“Regulasi tentang pengarusutamaan keluarga harus terus didorong agar memiliki landasan yuridis yang kuat dalam pengambilan kebijakan,” tambahnya.
Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsepsi dasar partai secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kerja-kerja organisasi, pelayanan publik, serta pengabdian kepada masyarakat.
Sosialisasi Konsepsi Dasar Partai Tahun 2026 ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ideologis dan organisatoris anggota, sekaligus memperkuat militansi, loyalitas, serta kemampuan kader PKS dalam menjalankan peran strategis di tengah masyarakat.
Dengan mengusung tema “Upgrade Kapasitas Anggota”, PKS Sulawesi Selatan menegaskan arah gerak partai yang adaptif, progresif, dan konsisten menghadirkan politik yang bersih, peduli, profesional, dan negarawan sebagai solusi bagi masyarakat dan bangsa.

Comment