Netral.co.id – Kutukan panjang akhirnya runtuh. Atlético Madrid sukses mengakhiri dominasi FC Barcelona di Camp Nou yang telah bertahan hampir dua dekade.
Sebelum laga ini, Barcelona dikenal begitu perkasa setiap kali menjamu Atletico di kandang sendiri. Sejak kekalahan terakhir pada Februari 2006, Blaugrana tak pernah lagi tumbang dari Los Colchoneros di Camp Nou. Dalam rentang tersebut, mereka mencatatkan 18 kemenangan dan 7 hasil imbang dari total 25 pertemuan.
Namun, rekor impresif itu kini hanya tinggal catatan sejarah.
Pada leg pertama perempat final Liga Champions, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB, Barcelona dipaksa menyerah 0-2 oleh Atletico Madrid. Hasil ini sekaligus menjadi kekalahan pertama mereka dari Atletico di Camp Nou sejak era Ronaldinhomasih menghiasi skuad Blaugrana.
Barcelona sebenarnya tampil menjanjikan di awal laga. Mereka mendominasi penguasaan bola dan menekan pertahanan tim tamu. Namun, situasi berubah drastis setelah Pau Cubarsí diganjar kartu merah, membuat tuan rumah harus bermain dengan 10 orang.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Atletico. Tepat sebelum turun minum, Julián Álvarezmemecah kebuntuan lewat tendangan bebas yang tak mampu dibendung kiper Barcelona.
Memasuki babak kedua, Atletico semakin percaya diri dalam mengontrol permainan. Serangan balik cepat menjadi senjata utama hingga akhirnya Alexander Sørloth menggandakan keunggulan pada menit ke-70.
Skor 2-0 bertahan hingga laga usai, memastikan kemenangan penting bagi tim asuhan Diego Simeone.
Kekalahan ini bukan hanya menyakitkan bagi Barcelona karena terjadi di hadapan publik sendiri, tetapi juga membuat langkah mereka menuju semifinal semakin berat. Blaugrana kini wajib meraih kemenangan dengan selisih minimal tiga gol pada leg kedua jika ingin membalikkan keadaan.
Sementara itu, Atletico Madrid berhasil mematahkan “kutukan” 2006 sekaligus mengirim pesan tegas bahwa mereka bukan lagi sekadar penantang, melainkan ancaman nyata di panggung Eropa.

Comment