Iran Laporkan 1.230 Korban Tewas, 30 Persennya Anak-anak

Pemerintah Iran menyatakan sekitar 30 persen korban tewas akibat serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel merupakan anak-anak.

Ilustrasi - Serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. (Foto: BBC News)

Teheran, Netral.co.id – Pemerintah Iran menyatakan sekitar 30 persen korban tewas akibat serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel merupakan anak-anak.

Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, pada Jumat (6/3/2026), di tengah meningkatnya jumlah korban jiwa akibat serangan yang berlangsung sejak akhir Februari lalu.

“Sayangnya, hingga saat ini, hampir 30 persen dari korban tewas adalah anak-anak,” kata Mohajerani seperti dikutip stasiun televisi SNN.

Sebelumnya, Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran pada Kamis melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan tersebut telah mencapai sekitar 1.230 orang.

Selain korban jiwa, serangan militer tersebut juga dilaporkan menimbulkan kerusakan besar pada infrastruktur sipil di sejumlah wilayah Iran. Menurut Mohajerani, sekitar 3.090 bangunan tempat tinggal mengalami kerusakan.

Tak hanya itu, sedikitnya 528 toko serta 13 fasilitas kesehatan juga terdampak serangan. Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya merupakan fasilitas milik Bulan Sabit Merah Iran.

Konflik memanas setelah pada 28 Februari lalu Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan di kalangan warga sipil.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke sejumlah wilayah di Israel serta beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Eskalasi terbaru ini memperlihatkan meningkatnya ketegangan di kawasan yang selama ini telah diliputi konflik geopolitik berkepanjangan.

Comment