IPM Naik, Kemiskinan Turun, Ekonomi Tumbuh: Setahun Syaharuddin Alrif Ubah Wajah Pembangunan Sidrap

Dana Bagi Hasil (DBH) dari provinsi Sulsel yang menjadi kewajiban Pemerintah Provinsi Sulsel ke kabupaten kota se Sulsel telah direalisasikan untuk trwulan I tahun 2025 ini. Sebanyak Rp222 miliar telah disalurkan melalui bank Sulselbar di rekening masing masing pemerintah kabupaten/kota di Sulsel pekan ini.

Bupati Sidrap H Syaharuddin Alrif. (Foto: Netral.co.id/F.R)

Sidrap, Netral.co.id — Setahun memimpin Kabupaten Sidenreng Rappang, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mencatat berbagai capaian strategis di sejumlah sektor prioritas, mulai dari pembangunan manusia, infrastruktur, pertanian, hingga program nasional yang langsung menyentuh masyarakat.

Berdasarkan data capaian kinerja 2025, indikator makro daerah menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 75,49 poin, tertinggi dalam tujuh tahun terakhir atau naik 0,68 poin dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi tercatat 8,02 persen dan menempati posisi tertinggi di Sulawesi Selatan. Sementara angka kemiskinan turun menjadi 4,91 persen atau sekitar 15.200 jiwa.

Di sektor kesehatan, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai 99 persen atau sekitar 331 ribu jiwa. Program cek kesehatan gratis juga menjangkau 72.578 warga melalui layanan di 14 puskesmas, bahkan meraih peringkat tiga capaian terbaik di Sulawesi Selatan.

Pada bidang pendidikan, pemerintah daerah merealisasikan pembangunan dan revitalisasi 143 sekolah dari jenjang PAUD, SD hingga SMP dengan anggaran Rp36,7 miliar. Selain itu, program pendidikan unggulan mencakup pengembalian 1.681 anak ke bangku sekolah serta pemberian beasiswa PIP bagi 26.928 siswa.

Program Sekolah Rakyat juga mulai berjalan. Untuk sekolah permanen, dialokasikan anggaran Rp253,6 miliar dengan target 1.000 siswa lintas jenjang. Sekolah Rakyat Rintisan mencakup SRMP 30 senilai Rp11,3 miliar untuk 100 siswa SMP, serta SRT 66 sekolah rakyat terintegrasi senilai Rp2,36 miliar untuk 50 siswa SD dan 50 siswa SMA.

Di bidang ketahanan pangan, Sidrap memperkuat perannya sebagai lumbung pangan nasional. Produksi padi GKP mencapai 679.772 ton, produksi beras 326.933 ton, jagung 109.908 ton, serta produksi telur 53,4 juta kilogram. Program swasembada pangan didukung berbagai intervensi, mulai dari oplah non rawa di 2.100 titik senilai Rp99 miliar, bantuan benih 1,3 juta kilogram, hingga alsintan Brigade Pangan senilai Rp449 miliar. Total dukungan program mencapai Rp615,8 miliar.

Penguatan infrastruktur pertanian juga dilakukan melalui pembangunan irigasi. Program Inpres Irigasi 2025 menelan anggaran Rp45,7 miliar untuk 35 daerah irigasi. Ditambah program rehabilitasi irigasi multiyears provinsi senilai Rp76 miliar yang mencakup Bendung Toperre, irigasi Alekaraje, Bilokka, serta pembangunan embung.

Pada sektor infrastruktur jalan dan jembatan, sejumlah proyek strategis terealisasi. Program Inpres Jalan Daerah ruas Bendoro–Bulo sepanjang 10,45 km menghabiskan Rp22,25 miliar.

Bantuan keuangan provinsi mencakup ruas Kota Rappang dan Amparita–Teteaji senilai total Rp16,38 miliar, serta pembangunan Jembatan Sungai Malake Sidrap–Wajo Rp13,5 miliar. Program multiyears jalan provinsi di Sidrap juga mencapai Rp161,6 miliar dengan total panjang 73,93 km.

Implementasi program prioritas nasional juga terlihat dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari target 34 SPPG dengan 87.456 penerima manfaat, sebanyak 26 SPPG telah terealisasi pada 2025, terdiri dari 23 unit operasional dan 3 persiapan operasional, melayani 64.239 penerima manfaat.

Selain itu, penguatan ekonomi desa dilakukan melalui program Koperasi Merah Putih. Dari total 106 koperasi desa/kelurahan, dua gerai telah rampung dibangun, 10 unit dalam proses pembangunan, 46 unit tahap legalitas lahan, dan 48 unit tahap penyiapan lahan.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dan dukungan pemerintah pusat maupun provinsi.

Ketua NasDem Sulsel itu menekankan bahwa pembangunan daerah harus berorientasi langsung pada kesejahteraan rakyat.

“Semua capaian ini bukan semata angka, tetapi bukti kerja nyata untuk masyarakat. Fokus kami jelas, bagaimana program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat Sidrap,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen melanjutkan pembangunan berkelanjutan dengan memperkuat sektor pangan, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Menurutnya, posisi Sidrap sebagai lumbung nasional harus terus dijaga dan diperkuat.

“Kami ingin Sidrap tidak hanya dikenal sebagai lumbung beras dan telur, tetapi juga daerah yang maju, religius, dan mandiri secara ekonomi. Pembangunan ke depan akan terus kita dorong agar lebih inklusif dan berkelanjutan,” tegas Syaharuddin.

Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidrap optimistis dapat menjaga tren positif pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata di seluruh wilayah

Comment