Makassar, Netral.co.id – Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan, Ilham Ari Fauzi Amir Uskara atau yang akrab disapa Daeng Tayang, menegaskan bahwa PPP harus bersikap fleksibel dalam menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.
Menurutnya, fleksibilitas dalam strategi politik diperlukan agar partai mampu beradaptasi dengan berbagai perkembangan serta memperkuat posisi di daerah.
“Kalau kita terlalu kaku tentu akan sulit. PPP ini harus lebih fleksibel untuk bisa menyongsong 2029,” ujar Daeng Tayang kepada awak media, Jumat 6 Maret 2026.
Ia menjelaskan, dalam waktu dekat DPW PPP Sulsel akan melakukan konsolidasi internal dengan melakukan roadshow ke seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari persiapan Musyawarah Cabang (Muscab).
“Jadi 24 kabupaten kota kita akan keliling, mungkin akan ada empat sesi. Sekali turun kita bisa kunjungi tiga, empat, sampai lima kabupaten dalam rangka persiapan Muscab,” jelasnya.
Muscab tersebut rencananya akan digelar pada Mei hingga paling lambat Juni 2026, sekaligus menjadi momentum pergantian ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di sejumlah daerah yang masa kepengurusannya telah berakhir.
“Musyawarah cabang ini kita lakukan pergantian dari ketua DPC sebelumnya karena masa kepemimpinannya sudah lima tahun. Setelah roadshow, baru kita lakukan pergantian ketua DPC di seluruh 24 kabupaten kota,” katanya.
Meski demikian, Daeng Tayang menyebut ketua DPC yang telah menjabat dua periode masih memiliki peluang untuk kembali memimpin apabila dinilai berprestasi.
“Dalam AD/ART masih memungkinkan jika memang berprestasi. Misalnya suaranya naik, jumlah kursinya bertambah, atau ada capaian lain yang dianggap berhasil,” ungkapnya.
Setelah seluruh Muscab rampung, PPP Sulsel juga akan menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) untuk merumuskan strategi partai, termasuk target pemenangan pada Pemilu 2029.
“Muskerwil ini kita akan membahas strategi partai ke depan, termasuk pemenangan menuju 2029. Dua sampai tiga bulan ke depan kita fokus memperkuat konsolidasi,” jelasnya.
Selain itu, Daeng Tayang menegaskan kepengurusan partai juga akan memberi ruang bagi generasi muda. Dari total 35 pengurus harian, sekitar 25 persen di antaranya berasal dari kalangan milenial.
Ia juga menyinggung posisi PPP di Kota Makassar yang saat ini memiliki lima kursi di DPRD, namun belum berhasil meraih kursi pimpinan.
“Ketua DPC Makassar, apalagi ini ibu kota Sulawesi Selatan, harus orang yang fight dan bisa berjuang untuk memperjuangkan PPP. Target kita ke depan tentu bagaimana bisa meraih posisi pimpinan,” tegasnya.

Comment