Makassar, Netral.co.id – Riuh rendah suara mesin kopi di Hometown Kopizone, Makassar, mendadak luluh oleh suasana hangat pada Jumat petang, 6 Maret 2026. Puluhan jurnalis dari berbagai lintas media berkumpul di sana. Namun, kali ini mereka hadir bukan untuk memburu rilis berita atau mengejar narasumber di depan pintu ruang rapat, melainkan untuk memenuhi undangan silaturahmi dari Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas).
Dalam agenda bertajuk bakti sosial dan buka puasa bersama tersebut, IKA Unhas menyalurkan apresiasi berupa paket beras dan dukungan transportasi kepada sekitar 100 jurnalis. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi para kuli tinta yang tetap bekerja di garda depan penyampaian informasi, bahkan di tengah kekhusyukan bulan suci Ramadan.
Muhammad Ramli Rahim, yang hadir mewakili organisasi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni bagi-bagi bantuan. Ia menyoroti sisi humanis para pekerja media yang seringkali terabaikan oleh publik.
“Kita tahu, jurnalis seringkali lupa mengurus diri sendiri demi mengejar tenggat berita untuk kepentingan publik. Di bulan Ramadan ini, IKA Unhas ingin hadir bukan sebagai narasumber, tapi sebagai saudara yang peduli pada ‘dapur’ rekan-rekan media,” ujar Ramli dengan nada hangat di sela-sela acara.
Bagi IKA Unhas, keberadaan wartawan bukan sekadar pelengkap dokumentasi kegiatan. Ramli menjelaskan bahwa aksi sosial ini mendapat lampu hijau dan dukungan penuh dari Ketua Umum IKA Unhas, Andi Amran Sulaiman. Pesan dari pucuk pimpinan organisasi alumni “Kampus Merah” itu jelas: alumni harus berdiri bersama pers dalam menjaga kejernihan informasi.
“Demokrasi yang sehat butuh jurnalis yang tangguh. Dukungan kecil ini adalah pesan dari Ketua Umum kami, Bapak Andi Amran Sulaiman, bahwa IKA Unhas menghargai kerja-kerja jurnalistik sebagai pilar yang memastikan publik mendapat informasi akurat di tengah keriuhan hoaks saat ini,” tambahnya.
Suasana semakin mencair menjelang azan magrib berkumandang. Di atas meja-meja kayu, dialog antara alumni dan pekerja media mengalir tanpa sekat formalitas. Pertemuan ini seolah menegaskan bahwa di balik tajamnya pena jurnalis, ada hubungan emosional yang tetap terjaga dengan elemen intelektual dan akademisi.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan, yang terpenting, memperkuat simpul kebersamaan kita ke depan,” tutup Ramli.
Kegiatan yang berakhir dengan doa bersama tersebut menandai komitmen IKA Unhas untuk terus hadir memberikan dampak positif bagi ekosistem sosial di Kota Makassar, sembari memastikan hubungan antara “pencetak sarjana” dan “pembawa berita” tetap harmonis.

Comment