Idrus Marham: Politik Bebas Aktif Prabowo Harus Didukung Penuh

IMG 2829

Jakarta, Netral.co.id — Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Luar Negeri, Idrus Marham, menegaskan dukungan penuh partainya terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif, khususnya dalam kunjungan kerja ke Washington DC, Amerika Serikat.

“Kalau mau diperhitungkan di percaturan global, Indonesia jangan pernah main setengah-setengah. Sekali maju, maju terus,” tegas Idrus dalam keterangannya, Senin (17/2/2026).

Menurut Idrus, dukungan tersebut merupakan instruksi langsung Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia agar seluruh kader mendukung kebijakan politik luar negeri presiden. Ia menilai langkah Prabowo tepat, baik secara konseptual maupun strategis.

Idrus menegaskan, sejak kemerdekaan, politik luar negeri Indonesia tidak pernah dijalankan setengah hati. Diplomasi bebas aktif, kata dia, selalu menempatkan Indonesia sebagai kekuatan moral dunia.

Di tengah lanskap geopolitik global yang kian terpolarisasi dan rentan konflik, Indonesia dinilai memiliki peran penting sebagai jembatan dialog antarnegara sekaligus penginisiasi perdamaian berbasis keadilan dan kemanusiaan.

“Ini bukan sekadar kunjungan kenegaraan biasa, tetapi representasi komitmen bangsa Indonesia di panggung dunia,” ujarnya.

Presiden Prabowo diketahui bertolak ke Washington DC pada Senin (16/2/2026) siang. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Idrus menekankan, keberangkatan presiden bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan menjalankan amanah konstitusi sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Di situ ada moral force,” tegasnya.

Ia menilai, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan bahwa politik luar negeri bebas aktif bukan sekadar slogan, melainkan prinsip yang diwujudkan melalui diplomasi konkret dan partisipasi aktif di forum internasional.

Idrus juga meyakini Prabowo akan bersikap tegas apabila prinsip-prinsip dasar kepentingan nasional tidak terpenuhi. “Kita tahu beliau punya patriotisme dan nasionalisme yang kuat,” katanya.

Menurutnya, politik bebas aktif yang dijalankan Prabowo berakar pada nilai Pancasila dan UUD 1945. Pendekatan ini dinilai membuka ruang komunikasi luas tanpa mengorbankan jati diri bangsa.

“Bebas aktif artinya kita berkomunikasi dengan siapa saja, membawa gagasan sendiri. Mengalir, tetapi tidak hanyut. Itu yang sedang dijalankan Pak Presiden,” ujar Idrus.

Ia menambahkan, sudah saatnya Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam percaturan global. Indonesia harus tampil sebagai aktor diplomasi yang mampu menjembatani berbagai kepentingan tanpa kehilangan prinsip.

Idrus menyebut, kehadiran Indonesia dalam berbagai platform multilateral menunjukkan diplomasi yang dibangun di atas kepercayaan diri nasional yang kuat, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai kekuatan penyeimbang yang kredibel.

“Pak Bahlil meyakini secara ideologis dan strategis langkah ini benar. Karena itu, seluruh keluarga besar Partai Golkar diminta memberikan dukungan sepenuhnya,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertemuan itu akan membahas penguatan hubungan Indonesia–Amerika Serikat serta kerja sama strategis di berbagai bidang.

Selain itu, Prabowo juga diagendakan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian untuk Gaza, serta menandatangani kesepakatan terkait tarif impor Amerika Serikat.

Kunjungan ini dinilai sebagai momentum strategis untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra setara dengan visi jelas terhadap masa depan kawasan Indo-Pasifik dan dunia.

Comment