Gema Ramadhan Jadi Ruang Pembinaan Karakter, Tokoh Pemuda Dorong Generasi Muda Aktif dan Adaptif

Kegiatan Gema Ramadhan dinilai bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang strategis untuk membina karakter dan memperkuat nilai keagamaan generasi muda.

IPMMASI dan KMPK gelar silaturahim bersama Wakil Ketua I DPRD Dompu, Kurniawan Ramadhan. (Foto: Netral.co.id/Alanda)

Makassar, Netral.co.idKegiatan Gema Ramadhan dinilai bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang strategis untuk membina karakter dan memperkuat nilai keagamaan generasi muda.

Menurut Kurnia Ramadhan, Gema Ramadhan merupakan rangkaian kegiatan yang diadakan untuk menyambut dan mengisi bulan suci dengan berbagai aktivitas positif. Kegiatan tersebut meliputi aspek keagamaan seperti tarhib Ramadhan, tadarus Al-Qur’an, dan pengajian.

Selain itu, terdapat pula kegiatan edukatif seperti pesantren kilat, lomba menghafal surat-surat pendek, diskusi kehidupan sehari-hari, hingga pelatihan membuat kaligrafi. Tidak hanya itu, Gema Ramadhan juga dapat diisi dengan aksi sosial seperti membersihkan lingkungan masjid atau musala, serta menggelar buka puasa bersama.

“Tujuan utama Gema Ramadhan adalah memperkuat nilai-nilai keagamaan, meningkatkan kepedulian sosial, dan mempererat kebersamaan antar masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut menjadi keharusan agar energi dan kreativitas mereka tersalurkan ke arah yang konstruktif.

Pendidikan Karakter Jadi Kunci

Sementara itu, Ema menilai pendidikan karakter menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh. Menurutnya, pendidikan karakter adalah proses membangun dan mengembangkan nilai, sikap, serta perilaku positif agar anak muda tumbuh menjadi pribadi berintegritas, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.

“Kejujuran, kerja keras, empati, dan toleransi adalah bagian dari nilai yang harus ditanamkan sejak dini,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya pembentukan lembaga atau wadah khusus bagi generasi muda untuk mendukung pengembangan potensi mereka. Lembaga tersebut dapat difokuskan pada pendidikan karakter, pelatihan keterampilan masa depan, serta pemberdayaan komunitas melalui kegiatan sosial.

Adaptif di Tengah Tantangan Zaman

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi dinamika yang kompleks, mulai dari ancaman kejahatan transnasional, derasnya arus informasi digital, hingga perubahan sosial yang cepat.

Karena itu, selain religius dan berkarakter, generasi muda dituntut adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. “Yang tidak kalah penting adalah tetap merawat persatuan,” tambahnya.

Gema Ramadhan diharapkan menjadi momentum strategis untuk membentuk generasi yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga siap menghadapi tantangan global dengan tetap menjunjung nilai kebangsaan dan kebersamaan.

Comment