Dari Tribun ke Barisan, Wagub Sulsel Ikut Yel-Yel Komcad ASN di Rindam XIV/Hasanuddin

Suasana penuh semangat dan euforia mewarnai fase akhir pelaksanaan Upacara Pembukaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2026 di Rindam XIV/Hasanuddin, Pakatto, Kabupaten Gowa, Senin, (30/3/2026).

Wagub Sulsel, Fatmawati Rusdi (kiri), Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang (kanan), Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham (tengah) mengenakan seragam militer Komcad. (Foto: Netral.co.id/F.R)

Gowa, Netral.co.id – Suasana penuh semangat dan euforia mewarnai fase akhir pelaksanaan Upacara Pembukaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2026 di Rindam XIV/Hasanuddin, Pakatto, Kabupaten Gowa, Senin, (30/3/2026.

Di tengah riuhnya yel-yel peserta, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, turut masuk ke barisan dan berbaur bersama peserta. Momen tersebut menjadi simbol kedekatan antara pimpinan dan peserta pelatihan.

Tanpa sekat, Wakil Gubernur larut dalam suasana yel-yel tersebut, mencerminkan antusiasme dan semangat bela negara yang tumbuh di kalangan aparatur sipil negara.

Upacara pembukaan ini menandai langkah awal Sulawesi Selatan sebagai pelopor pelaksanaan program Komcad ASN di tingkat pemerintah daerah. Sebanyak 500 ASN mengikuti pelatihan sebagai angkatan pertama.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kementerian Pertahanan dalam memperkuat sistem pertahanan negara.

Dalam sambutannya, Gubernur juga menekankan pentingnya Komcad ASN sebagai bagian dari penguatan semangat nasionalisme dan persatuan yang menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Program Komcad ASN ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan nasional yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat pertahanan negara berbasis seluruh komponen bangsa.

Sementara itu, Kepala Komponen Cadangan Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Gabriel Lema, menyebut pelaksanaan kegiatan ini sebagai momentum bersejarah dalam sistem pertahanan nasional.

“Sulawesi Selatan menjadi pionir dan contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam pembentukan Komponen Cadangan dari kalangan ASN,” ungkapnya.

Pelatihan dasar kemiliteran ini akan berlangsung selama dua bulan dengan materi kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta kemampuan dasar kemiliteran.

Salah satu peserta, Andrita Miadi (26), mengaku keikutsertaannya dalam program ini memberikan pengalaman baru yang memperkuat rasa cinta tanah air.

“Di sini kami belajar lebih mencintai tanah air, membangun kekompakan, dan meningkatkan disiplin. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.

Program ini menandai langkah awal integrasi aparatur sipil negara dalam sistem pertahanan melalui Komponen Cadangan di tingkat daerah, seiring penguatan kebijakan pertahanan berbasis partisipasi seluruh komponen bangsa.

Comment