Bupati Sidrap Berkuda ke Hajatan, Warga Terharu: Tradisi Hidup Kembali

31a73bfd c798 47d1 a30d 1bb2974d71df

Momen Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif berkuda saat menghadiri acara pernikahan/ foto Humas Pemkab Sidrap

SIDRAP — Pemandangan tak biasa terlihat di Desa Otting, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026). Derap kaki kuda yang menghentak aspal menarik perhatian warga yang memadati sepanjang jalan desa.

Di atas pelana, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, datang menghadiri pesta pernikahan anak dari Wa Pacinongi dan cucu Wa Gilingeng. Alih-alih menggunakan kendaraan dinas, ia memilih menunggang kuda—sebuah simbol kuat dari tradisi Bugis.

Kehadiran orang nomor satu di Bumi Nene Mallomo itu langsung disambut antusias. Warga tampak terharu dan tak sedikit yang mengabadikan momen tersebut. Bagi mereka, ini bukan sekadar kedatangan pejabat, melainkan kebangkitan nilai budaya yang mulai jarang terlihat.

Tradisi yang Dihidupkan Kembali

Dalam budaya Bugis, kuda memiliki makna lebih dari sekadar alat transportasi. Kuda melambangkan ketangkasan, keberanian, dan kehormatan—nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam kehidupan masyarakat.

“Ini bukan sekadar seremoni. Tradisi ini sengaja ditampilkan agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar salah satu tokoh adat yang hadir.

Syaharuddin Alrif tampak mengenakan pakaian khas dan terus menyapa warga sepanjang perjalanan. Kedekatannya dengan masyarakat terlihat jelas, menciptakan suasana hangat di tengah prosesi adat yang berlangsung khidmat.

Pesan untuk Generasi Muda

Bagi masyarakat Desa Otting, momen tersebut menjadi pesan penting bagi generasi muda. Di tengah derasnya arus modernisasi dan pengaruh budaya luar, tradisi lokal diharapkan tetap menjadi identitas yang dibanggakan.

Kehadiran seorang pemimpin yang ikut menjaga dan menampilkan budaya leluhur dinilai mampu membangkitkan kembali kesadaran akan pentingnya warisan daerah.

Ajang Silaturahmi Tokoh Masyarakat

Acara pernikahan itu juga menjadi ajang silaturahmi berbagai kalangan. Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tamu undangan lainnya turut hadir menyaksikan perpaduan antara tradisi dan kepemimpinan modern.

Hingga acara berlangsung, suasana tetap semarak. Kehadiran Bupati Sidrap yang datang dengan menunggang kuda menjadi simbol bahwa di tengah kemajuan zaman, tradisi tetap memiliki tempat yang penting.

Comment