Andi Ina Beberkan Prestasi Barru di Tengah Tantangan Anggaran

IMG 2670

Makassar, Netral.co.id – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, memaparkan berbagai capaian pembangunan Kabupaten Barru meski dihadapkan pada tantangan fiskal sejak awal masa pemerintahannya. Hal itu disampaikan dalam diskusi bertajuk Barru Dalam Nakhoda Perempuan yang digelar di Kota Makassar, Selasa (17/2/2026).

Andi Ina menyebut Kabupaten Barru memiliki ikatan emosional kuat dalam perjalanan hidupnya. Ia mengaku daerah tersebut tidak bisa dipisahkan dari kesehariannya, baik secara pribadi maupun dalam karier politik.

Sebelum menjabat Bupati Barru, Andi Ina telah mengabdi selama tiga periode di DPRD Sulawesi Selatan dan terakhir dipercaya sebagai Ketua DPRD Sulsel. Ia menyebut basis politiknya juga dipengaruhi sosok almarhumah ibundanya, Andi Tja Tjambolang, yang juga pernah menjadi anggota DPRD Sulsel selama tiga periode.

Menurutnya, visi bersama Wakil Bupati Barru, Abustam, adalah membawa masyarakat Barru menuju keadilan, kemajuan berkelanjutan, serta kesejahteraan yang lebih cepat. Visi tersebut kini telah menjadi bagian dari RPJMD Kabupaten Barru lima tahun ke depan.

Meski demikian, ia mengakui awal pemerintahan dihadapkan pada kondisi fiskal yang berat. Pemerintah daerah harus menjalankan roda pemerintahan dengan defisit anggaran sekitar Rp40 miliar pada 2025, serta potensi pengurangan dana transfer pusat pada 2026 yang diperkirakan mencapai Rp133 miliar.

“Di tengah kondisi itu, kami tetap berupaya merealisasikan janji politik,” ujarnya.

Andi Ina mengungkapkan sejumlah indikator pembangunan mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan Barru pada Maret 2025 turun menjadi 8,00 persen atau menurun 0,31 poin dibandingkan Maret 2024.

Di sektor pendidikan, Barru berhasil mendapatkan program Sekolah Rakyat yang menjadi prioritas pemerintah pusat. Program tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Dari 100 kuota nasional, Barru memperoleh satu unit dengan anggaran sekitar Rp270 miliar.

Sekolah Rakyat itu dibangun di kawasan rest area Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, dan progres pembangunannya telah berjalan sejak November 2025.

Selain itu, Barru juga menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga kini, sebanyak 14 dapur telah beroperasi, termasuk unit yang berada di bawah koordinasi Polri.

Di sektor kelautan, Barru memperoleh program Kampung Nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan anggaran Rp9 miliar yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Sementara di sektor pertanian, produksi padi Barru mengalami peningkatan signifikan. Pada 2025, produksi mencapai 139.484 ton gabah kering giling atau naik 21,81 persen dibanding 2024 yang sebesar 114.510 ton. Angka tersebut melampaui target nasional sebesar 13,7 persen.

Peningkatan ini didorong program tiga kali tanam yang diinisiasi Kementerian Pertanian, dengan luas lahan sawah sekitar 15.703 hektare.

Andi Ina juga menyebut tingkat pengangguran di Barru mulai menurun. Pemkab Barru telah menyerahkan SK kepada sekitar 2.000 tenaga PPPK paruh waktu. Program MBG turut membuka lapangan kerja baru melalui rekrutmen tenaga dapur dan distribusi.

Diskusi tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dekan FISIP Unismuh Makassar Andi Luhur Prianto, aktivis perempuan Emma Husain, serta pengamat sosial-politik Asratillah.

Comment