Yogyakarta, Netral.co.id -Taman Budaya Yogyakarta menjadi tuan rumah Forum Koordinasi Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV Tahun 2026 yang berlangsung pada 21-22 April 2026.
Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 17 provinsi, serta melibatkan unsur Kementerian Kebudayaan RI dan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dari Provinsi Sulawesi Selatan, kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel A. Mirna, Kepala UPT Taman Budaya Benteng Somba Opu Nurwati, serta Kasubag TU UPT Taman Budaya Benteng Somba Opu A. Dalauleng.
Pembukaan forum digelar di Hotel Fortuna Suites Malioboro, diawali dengan laporan Kepala Taman Budaya Yogyakarta, sambutan Ketua Forum Taman Budaya se-Indonesia, serta perwakilan Kementerian Kebudayaan dan Dinas Kebudayaan DIY.
Acara pembukaan turut dimeriahkan penampilan Tari Rasmaya oleh Sanggar Kancil Art dan pertunjukan Symphony Keroncong Moeda.
Pada momen puncak, panitia meluncurkan logo dan tema Temu Karya XXV Tahun 2026, yang dilanjutkan dengan pemutaran video teaser bertajuk “Gyaning Rasa Mantraning Nusantara”, serta sesi foto bersama seluruh peserta.

Forum ini menjadi ruang koordinasi untuk merumuskan arah kebijakan dan agenda tahunan Taman Budaya di berbagai daerah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal menuju pelaksanaan Temu Karya yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 di Yogyakarta.
Memasuki hari kedua, Rabu 22 April 2026, agenda difokuskan pada penguatan pemahaman bersama dan kesiapan teknis pelaksanaan.
Peserta mengikuti penelusuran Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai refleksi nilai yang selaras dengan tema kegiatan.
Selanjutnya, peserta meninjau langsung fasilitas dan ruang pertunjukan di Taman Budaya Yogyakarta guna memastikan kesiapan lokasi.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan di Girimulyo, Kulon Progo, melalui forum pemaparan materi terkait arah kebijakan dan aspek teknis pelaksanaan di masing-masing daerah.
Diskusi yang berlangsung turut memperkuat koordinasi serta menyatukan persepsi antar pengelola Taman Budaya se-Indonesia.
Tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan kegiatan, forum ini juga menekankan pentingnya pelestarian seni dan budaya di daerah.
Sebagai bagian dari persiapan, dilakukan pula pengundian nomor urut penampilan sebagai penanda kesiapan partisipasi daerah dalam agenda mendatang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antarlembaga budaya dalam menghadirkan perhelatan yang inklusif, berkualitas, serta merepresentasikan keberagaman budaya Nusantara.

Comment