Serangan Berulang di Tengah Gencatan Senjata, Di Mana Komitmen Perdamaian?

Dentuman belum benar-benar reda di Gaza. Di saat forum internasional seperti Board of Peace (Dewan Perdamaian) di bawah kepemimpinan Amerika Serikat (AS) menggelar rapat tingkat tinggi perdananya pekan ini, operasi militer Israel justru dilaporkan terus berlangsung.

Gencatan senjata di atas kerta, serangan di Gaza tidak pernah benar-benar berhenti. (Foto: Al Jazeera)

Gaza, Netral.co.id – Dentuman belum benar-benar reda di Gaza. Di saat forum internasional seperti Board of Peace (Dewan Perdamaian) di bawah kepemimpinan Amerika Serikat (AS) menggelar rapat tingkat tinggi perdananya pekan ini, operasi militer Israel justru dilaporkan terus berlangsung.

Pada Sabtu (21/2/2026), sebuah drone militer Israel Defense Forces (IDF) dilaporkan menghantam kawasan kamp pengungsi di Gaza. Kantor berita Palestina WAFA menyebut dua warga Palestina tewas dalam serangan tersebut yang diklaim menyasar area permukiman sipil.

Dalam keterangannya, IDF menyatakan operasi itu menargetkan pusat komando Hamas dan menyebut adanya aktivitas yang dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Korban Terus Bertambah

Berdasarkan data WAFA, sejak kesepakatan gencatan senjata pada Oktober tahun lalu, sedikitnya 614 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan Israel di Gaza, sementara 1.640 lainnya mengalami luka-luka.

Sekitar 726 jasad korban diperkirakan masih tertimbun reruntuhan bangunan yang belum sepenuhnya dievakuasi.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Gaza mencatat total korban jiwa sejak eskalasi konflik pada 2023 telah melampaui 72 ribu orang. Mayoritas korban disebut merupakan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Angka tersebut menunjukkan konflik di lapangan masih berlangsung intens, meski berbagai upaya diplomatik internasional terus digelar.

Serangan Meluas ke Lebanon

Serangan drone Israel juga dilaporkan terjadi di Lebanon. Mengutip kantor berita AFP, serangan pada Jumat (20/2/2026) menyasar kamp pengungsi Palestina terbesar di negara itu.

Menurut National News Agency (NNA) Lebanon, serangan tersebut terjadi di kamp pengungsi Ain al-Helweh yang berada di pinggiran Kota Sidon, Lebanon selatan.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan dua orang tewas dalam insiden tersebut. Saksi mata menyebut asap tebal terlihat mengepul dari salah satu bangunan di kawasan padat penduduk itu.

IDF kembali menyatakan target serangan adalah pusat komando Hamas dan menuding adanya aktivitas yang mengancam keamanan Israel serta melanggar kesepakatan gencatan senjata Israel–Lebanon.

Namun Hamas membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataan resminya, kelompok itu menyebut bangunan yang diserang merupakan milik pasukan keamanan gabungan yang bertugas menjaga stabilitas di dalam kamp pengungsi, serta menilai klaim Israel sebagai dalih.

Konflik Panjang Sejak 1948

Kamp Ain al-Helweh berdiri sejak 1948, setelah gelombang pengungsian besar warga Palestina akibat konflik Arab–Israel. Selama beberapa dekade, kawasan tersebut kerap menjadi titik ketegangan dan bentrokan bersenjata.

Pada November tahun lalu, kamp yang sama juga menjadi sasaran serangan Israel dengan alasan membidik Hamas. Kantor hak asasi manusia PBB kala itu melaporkan 13 orang tewas, termasuk anak-anak.

Serangan terbaru ini kembali menambah daftar korban di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian menyeluruh. Upaya diplomasi terus berjalan, namun situasi keamanan di lapangan masih rapuh dan penuh ketidakpastian.

Comment