Duet SAR-KANAAH, Menghidupkan Kembali Semangat Kepemimpinan Nene Mallomo

c97409ee a636 4987 9518 01c120bbd6a2

Catatan Memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidrap ke-682, 18 Februari 2026

Oleh Dr. Wahidin Ar-Raffany, M.A (Pimpinan Pesantren SEHATI – Lapakolongi, Sidrap, Sulawesi Selatan)

Di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, pernah hidup seorang tokoh yang dikenal sebagai Tau Accana Sidenreng (orang cerdasnya Sidenreng). Dialah sosok legendaris bernama Nene Mallomo. Tak heran jika Sidrap kemudian dijuluki sebagai Bumi Nene Mallomo.

Dalam falsafah Bugis, terdapat syair kepemimpinan beliau:

Nene Mallomo rituona, ri monriwi napampiri, ri tengngai nasiraga-raga, ri yoloi napatiroi.

Maknanya selaras dengan falsafah Jawa: Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.

Falsafah tersebut menggambarkan tiga corak kepemimpinan Nene Mallomo.

Pertama, ketika berada di belakang rakyat, ia menjadi motivator—ibarat penggembala yang mengarahkan perjalanan gembalaannya.

Kedua, saat berada di tengah rakyat, ia bahu-membahu bekerja bersama, menguatkan semangat kolektif demi kemaslahatan umat.

Ketiga, ketika berada di depan, ia menjadi teladan (uswatun hasanah), contoh nyata bagi masyarakatnya.

Tak heran bila Nene Mallomo berani menyatakan:
“Ade’ e temmakkiana, temmakkiappo” (hukum tidak mengenal anak maupun cucu).

Prinsip ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:
“Seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya.”

Tiga model kepemimpinan inilah yang menjadikan Nene Mallomo sebagai figur legendaris—bukan hanya kuat di depan layar, tetapi juga kokoh dalam kerja-kerja sunyi di belakang layar.

Potret kepemimpinan Nene Mallomo itulah yang hari ini tampak dalam duet kepemimpinan H. Syaharuddin Alrif dan Hj. Nurkanaah (SAR-KANAAH) dalam menakhodai Kabupaten Sidrap.

Ketika berada di depan rakyat, SAR-KANAAH menunjukkan keteladanan. Kinerja siang dan malam mereka menjadi inspirasi bahwa kepentingan rakyat harus selalu diutamakan, meski kepentingan pribadi terkadang harus dikorbankan. Kepemimpinan adalah amanah yang dipertanggungjawabkan, tidak hanya di dunia, tetapi juga di hadapan Allah SWT.

Di tengah-tengah masyarakat, SAR-KANAAH hadir dengan kedekatan dan kehangatan. Menyapa, bersalaman, berfoto, dan berdialog langsung menjadi cara membangun ikatan emosional dengan rakyat. Kehadiran ini menumbuhkan semangat kolektif untuk mewujudkan Sidrap sebagai daerah yang aman, makmur, dan sejahtera.

Sementara di balik layar, SAR-KANAAH terus mengontrol dan mengarahkan jalannya pemerintahan dengan semangat “Saro Mase Sidenreng Rappang”—kepedulian yang disertai semangat berbagi bagi sesama warga Sidrap. Semua itu dibingkai oleh nilai luhur:
“Resopa Temmangingngi Namalomo Naletei Pammase Dewata”
(Usaha yang tak kenal menyerah akan menghadirkan rahmat Allah).

Model kepemimpinan ala Nene Mallomo inilah yang tampak dihidupkan kembali oleh SAR-KANAAH. Dalam satu tahun kepemimpinan, perubahan signifikan mulai terlihat. Sidrap semakin kokoh sebagai lumbung pangan sekaligus lumbung energi terbarukan di Indonesia.

Di usia Sidrap yang ke-682 tahun, semangat warisan leluhur kembali menemukan relevansinya. Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan pengabdian—teladan, kebersamaan, dan keteguhan nilai.

Selamat Hari Jadi Kabupaten Sidrap ke-682, 18 Februari 2026.
Selamat kepada duet SAR-KANAAH atas satu tahun kepemimpinan di Bumi Nene Mallomo—tanah harapan dengan segudang prestasi.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan kekuatan dalam mewujudkan Sidrap yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

SARO MASE SIDENRENG RAPPANG
Salamakki Topada Salama

Wallahu a’lam bish-shawab.
Wa ilallahi turja’ul umur.
Walal akhiratu khairun laka minal ula.

Pesantren Sehati, 15 Maret 2026

Comment