Netral.co.id – Kekalahan Real Madrid dari Barcelona pada partai final Piala Super Spanyol 2026 memicu gelombang kekecewaan di kalangan pendukung Los Blancos. Tak lama setelah laga El Clasico berakhir dengan skor 2-3, seruan agar pelatih Xabi Alonso mundur mulai ramai bermunculan di media sosial.
Duel final yang berlangsung di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Senin (12/1/2026) dini hari WIB itu menjadi sorotan tajam fans Madrid. Mereka menilai pendekatan taktik yang diterapkan Xabi Alonso terlalu defensif dan tidak mencerminkan karakter permainan Real Madrid sebagai tim besar.
Di kolom komentar berbagai platform media sosial, tagar dan ungkapan seperti “Xabi Out”, “Alonso Out”, hingga “Ini Real Madrid, bukan tim kecil” membanjiri unggahan terkait pertandingan tersebut. Sebagian fans bahkan menyebut kekalahan dari rival abadi Barcelona di laga final sebagai “mimpi buruk” bagi Madridista.
Kekecewaan suporter semakin besar karena Barcelona harus bermain dengan 10 pemain di menit-menit akhir laga setelah Frenkie de Jong diganjar kartu merah. Namun, Real Madrid tetap gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menyamakan kedudukan.
Meski Real Madrid masih bersaing di berbagai kompetisi musim ini, tekanan terhadap Xabi Alonso dipastikan meningkat usai kegagalan meraih trofi Piala Super Spanyol. Manajemen klub pun kini menjadi sorotan, apakah tetap memberikan kepercayaan penuh kepada sang pelatih atau mengambil langkah evaluasi menyeluruh demi menjaga ambisi juara Los Blancos.

Comment