Netral.co.id – Sejumlah destinasi wisata di Indonesia mencatatkan lonjakan penghasilan signifikan setelah periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Tingginya mobilitas masyarakat, cuaca yang relatif mendukung, serta panjangnya masa libur menjadi faktor utama meningkatnya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Berdasarkan rangkuman dari pemerintah daerah dan pengelola destinasi, kawasan wisata alam dan taman rekreasi masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar selama libur Nataru.
- Bali Masih Teratas
Provinsi Bali kembali menempati posisi teratas sebagai daerah dengan penghasilan pariwisata tertinggi.
Selama periode 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, tingkat hunian hotel di kawasan Kuta, Nusa Dua, dan Ubud dilaporkan mencapai rata-rata di atas 85 persen.
Pendapatan dari sektor pariwisata Bali diperkirakan menembus angka triliunan rupiah, yang berasal dari akomodasi, restoran, transportasi wisata, hingga tiket masuk objek wisata unggulan seperti Tanah Lot, Ulun Danu Beratan, dan Garuda Wisnu Kencana (GWK).
- Yogyakarta dan Jawa Tengah Mengalami Lonjakan
Daerah Istimewa Yogyakarta juga mencatatkan kinerja positif. Kawasan Malioboro, Candi Prambanan, dan wisata alam di Gunungkidul dipadati wisatawan sejak H-3 Natal hingga awal Januari.
Dinas Pariwisata setempat mencatat peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata hingga puluhan persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal serupa terjadi di Jawa Tengah, terutama di kawasan Candi Borobudur dan dataran tinggi Dieng.

- Taman Hiburan Jadi Magnet Keluarga
Tempat wisata buatan seperti Taman Impian Jaya Ancol (Jakarta), Dunia Fantasi, serta Jatim Park Group di Kota Batu, Jawa Timur, juga masuk dalam daftar destinasi dengan penghasilan tertinggi.
Pengelola Ancol melaporkan ratusan ribu pengunjung memadati kawasan tersebut selama libur Nataru, dengan puncak kunjungan terjadi pada 1 Januari 2026. Pendapatan terbesar berasal dari tiket masuk, wahana permainan, serta sektor kuliner.
- Wisata Alam Naik Daun
Selain destinasi populer, wisata alam di daerah seperti Labuan Bajo (NTT), Danau Toba (Sumatra Utara), dan Likupang (Sulawesi Utara) menunjukkan tren kenaikan penghasilan yang menjanjikan. Dukungan infrastruktur dan promosi yang masif dinilai turut meningkatkan minat wisatawan.

- Dorong Pemulihan Ekonomi Daerah
Menteri Pariwisata menyatakan bahwa capaian ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi daerah pascapandemi dan perlambatan ekonomi global. Sektor pariwisata dinilai tetap menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“Libur Nataru memberikan dampak langsung bagi pelaku UMKM, perhotelan, dan transportasi lokal. Ini menunjukkan pariwisata Indonesia masih sangat kompetitif,” ujar pejabat terkait dalam keterangannya.
Ke depan, pemerintah daerah didorong untuk terus meningkatkan kualitas layanan, keamanan, dan keberlanjutan destinasi agar tren positif ini dapat dipertahankan sepanjang 2026.

Comment