Dosen dan Mahasiswa PNUP Kolaborasi Dampingi Usaha serta Industri

Netral.co.id

Tim ini beranggota Dosen dan Mahasisa Teknik Kimia dan Dosen Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Ujung Pandang. (Yuliani HR, Tjare A. Tjambolang, Dian Ranggina, Maria A.N Ole dan Mimin Septiani). Dok Netral.co.id

Netral.co.id, Makassar – Dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kolaborasi dampingi pengembangan usaha dan Industri Kecil Menengah (UKM dan IKM).

Dalam hal ini IKM Jiwa Raga (JIRA) Balla Ratea dan UKM Islamiah Manggali merupakan UKM khusus memproduksi berbagai makanan frozen seperti singkong, bakara, ikan kambuh.

Bumbu siap saji khas Makassar, cemilan seperti keripik bawang merah, keripik bawang putih, kacang langkose, disco, kacang rempah pedas manis dan daun bidara serta ada minuman berupa saraba dan minuman rempah habbatussaudah.

Ketua Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) PNUP, Yuliani HR menjelaskan, industri makanan dan minuman perhatian utama diberdayakan yang merupakan industri padat karya, dengan tenaga kerja direkrut sangat banyak serta berkontribusi untuk industri makanan, dan perekonomian Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan industri nonmigas lain.

Apalagi, IKM JIRA & UKM Islamiah Manggali selama ini melakukan prouksi tidak mempehatikan K3L, padahal industri ini harus higiniesnis dan karyawan pun harus aman dalam bekerja.

“Sistem pemasaran bersifat door to door ataupun ikut dalam expo atau pameran bersifat konvensional, kemasan dan labelling belum standard pelabelan,” ungkap Yuliani dalam kesempatan tersebut, Sabtu 5 Agustus 2023.

Baca Juga : Kampus PNUP Dampingi Pelaku IKM Jiwa Raga di Gowa

Lebih jauh, ia menyampaikan permasalahan di indentifikasi dan penawaran solusi dengan pendampingan pengembangan usaha IK JIRA dan UKM Islamiah Manggali.

“Kolaborasi dosen dan mahasiswa diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan kedua mitra dengan mengidentifikasi potensi mitra seperti lingkungan kerja, beragam produk, kemasan dan teknik pemasaran,” harapnya.

Selain itu, kegiatan ini merupakan program PKM adalah bagian tridharma perguruan tinggi dimana dosen dan mahasiswa PNUP berkolaborasi dalam mentransfer IPTEK kepada masyarakat khususnya ke anggota kedua mitra.

Aktivitas PKM berupa penjelasan secara singkat tentang penyelesaian permasalahan IKM JIRA dan UKM Islamiah Manggali. Praktek dan simulasi penggunaan kemasan yang sesuai produk dengan keaktifan anggota mitra pada saat mengisi saraba ke dalam botol.

“Kemasan disetrilkan menggunakan teknologi sederhana berupa pemanfaatan uap. Penempelan label dan penggunaan akun media pemasaran digital serta penerapan K3L dalam produksi,” lanjutnya.

Untuk itu, pelatihan tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi bisnis bagaimana meningkatkan kapasitas industri. Kolaborasi dosen dan mahasiswa sangat nyata yakni dosen memberikan materi dan mahasiswa mendampingi dalam peragaan atau simulasi.

Program ini pertama merupakan bagian implementasikan Indikator Kinerja Utama (IKU), kedua mahasiswa mendapatkan pengalaman diluar kampus, ketiga dosen berkegiatan di luar kampus, keempat hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat dan promosi teknik kimia PNUP.

Baca Juga : Kampus PNUP Harap Lahir Wirausaha Hebat Lewat Workshop Digital Marketing

Untuk menunjang hal-hal tersebut, pihaknya memantau berkesinambungan pendampingan IKM JIRA dan UKM Manggali maka ditempatkan tujuh mahasiswa Teknik Kimia KKN Profesi di kedua mitra.

“TIM PKM PNUP menyerahkan APD buat keamanan bekerja bagian produksi, kemasan dan mesin vacuum sealer dan akun nedia digital seperti ig, whatshapp, tiktok, shoppe, gojek, grab dan maxime,” tuturnya.

Tim dosen sendiri, berharap mahasiswa KKN Teknik Kimia PNUP dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat di Pelita Taeng, Desa Tae Palangga Gowa. Program PKM ini di support oleh pendanaan Pusat Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (P3M) berdasarkan SK Direktur PNUP No 959/P/2023 tanggal 8 Mei 2023.

Tim ini beranggota Dosen dan Mahasisa Teknik Kimia dan Dosen Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Ujung Pandang. (Yuliani HR, Tjare A. Tjambolang, Dian Ranggina, Maria A.N Ole dan Mimin Septiani).

Comment